Hidayatullah.com – Raksasa pertahanan Turki, Baykar, meluncurkan dua drone tempur baru, drone kamikaze K2 dan amunisi jelajah “Sivrisinek” (“Nyamuk” dalam bahasa Turki).
Dalam pernyataan pada Jumat, perusahaan tersebut mengatakan sistem tersebut mendemonstrasikan kemampuan drone kecerdasan buatan (AI), navigasi independen GNSS, deteksi target otomatis, dan kemampuan serangan.
Demonstrasi dimulai pada 17 April dengan lima drone kamikaze K2 lepas landas secara berurutan. Drone tersebut melakukan penerbangan patroli dalam berbagai formasi.
Mereka bergabung dengan 10 amunisi jelajah Sivrisinek, yang membentuk kawanan di bawah drone K2. Platform Baykar lainnya, Bayraktar TB2, TB3, dan Akıncı, mendampingi operasi dan merekam latihan dari udara.
Pada tahap akhir, sekelompok gabungan 18 drone berkumpul kembali membentuk formasi V.
Navigasi berbasis AI
Fokus utama pengujian ini adalah kinerja di lingkungan peperangan elektronik, di mana sinyal navigasi satelit dapat terganggu.
Baik platform K2 maupun Sivrisinek mendemonstrasikan navigasi independen GNSS menggunakan sistem penentuan posisi visual bertenaga AI, yang memungkinkan penerbangan otonom bahkan dalam kondisi sinyal terputus atau sangat terganggu.
Sistem tersebut juga menunjukkan kemampuan deteksi dan penyerangan target otonom, dengan unit Sivrisinek melakukan serangan terjun terkoordinasi pada koordinat yang ditentukan. Selama pengujian, salah satu drone K2 keluar dari kawanan dan melakukan manuver terjun berkecepatan tinggi sebelum membatalkan serangan.
Amunisi jelajah jarak jauh
Platform Sivrisinek menandai lompatan dalam kedalaman operasional dengan jangkauan serangan lebih dari 1.000 kilometer (621 mil).
Dilengkapi dengan komunikasi yang didukung AI, amunisi dapat berbagi data target secara real-time di dalam kawanan, memungkinkan pengambilan keputusan dan penyerangan terkoordinasi tanpa kendali terpusat.
Baykar mengatakan telah mengembangkan semua proyeknya menggunakan sumber daya internal dan terus memimpin pasar ekspor kendaraan udara tak berawak (UAV) global.
Perusahaan mempertahankan posisinya sebagai eksportir UAV terbesar di dunia pada tahun 2025, mencapai $2,2 miliar dalam ekspor dan memecahkan rekornya sendiri.
Ekspor menyumbang sekitar 90% dari pendapatan perusahaan, menjadikannya pendorong utama ekspor teknologi tinggi Turki.
Baykar telah menandatangani perjanjian ekspor dengan 36 negara untuk Bayraktar TB2 dan 16 negara untuk platform Akıncı, sehingga totalnya mencapai 38 negara.*




