Hidayatullah.com–Dakwah fardiyah (dakwah pribadi) merupakan sarana strategis dalam menebar pencerahan, utamanya dalam memfokuskan pencerahan secara spesifik. Lebih dari itu dakwah fardiyah dalam perjalanan Hidayatullah adalah kunci efektif merangkul umat.
Demikian ungkapan dari Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad dalam pemaparan sesi dakwah fardiyah pada forum Workshop Perkaderan Nasional DPP Hidayatullah yang berlangsung 27-30 April 2026 di Jakarta.
“Dakwah fardiyah adalah kunci sukses mencerahkan umat secara spesifik dan terfokus. Selain itu dampaknya juga besar. Dalam sejarah perjalanan Hidayatullah, dakwah fardiyah adalah kunci sukses gerakan. Oleh karena itu dai-dai Hidayatullah harus siap menjalankan dakwah fardiyah ini,” ungkapnya tegas.
Mengenai metode dakwah fardiyah, KH Naspi mengutip kandungan ayat Al-Isra’ ayat kesembilan.
“Apa bekal dai dalam dakwah fardiyah tidak lain adalah yang terkandung dalam ayat kesembilan Surah Al-Isra. Dai harus bisa memahami dan menjelaskan apa itu hudan (petunjuk), kemudian bagaimana cara atau pendekatan dalam memberi petunjuk (yahdi). Dan harus bisa menggembirakan (yubassiru),” ulasnya.
Untuk bisa memahami dan menerapkan metode itu, pria murah senyum itu mendorong agar dai terus berupaya untuk meningkatkan keilmuan, wawasan dan tawaran-tawaran solusi dalam dinamika keumatan yang semakin kompleks.
“Secara prinsip dakwah fardiyah membuat dai tak semata bisa berdakwah, tetapi juga bersilaturahmi dan menguatkan ukhuwah dengan sesama umat Islam,” tutup KH. Naspi.*




