Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juni 2026 15:06 3:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juni 2026 15:06
Bagikan
Milisi SRF di Sudan (AJ)
Bagikan

Hidayatullah.com–Tujuh negara Eropa menyeru kepada kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) untuk segera menghentikan serangan mereka terhadap El-Obeid, sebuah kota di negara bagian Kordofan Utara, karena penduduk sipil terancam akan kekurangan pangan, air dan bahan bakar.

Inggris, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda dan Norwegia, hari Selasa (23/6/2026) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan situasi sudah mencapai titik kritis di kota tersebut, yang masih berada di bawah kendali pasukan pemerintah Sudan.

“Kami menyeru kepada RSF untuk menghentikan serangannya segera,” kata pernyataan itu seperti dilansir AFP.

Seruan itu diutarakan sehari setelah Amerika Serikat, Uni Eropa, Uni Afrika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keprihatinan mereka atas eskalasi kekerasan di sekitar El-Obeid, yang sudah dikepung selama 12 hari dan pasukan RSF terus menerus melancarakan serangan terhadap kota itu. PBB memperingatakan resiko bencana kemanusian massal mengintai Kordofan, seperti yang telah dialami El-Fasher dan Darfur.

Serangan drone bertubi-tubi beberapa pekan terakhir telah menewaskan warga sipil, memperparah kelangkaan BBM, bahan makanan dan air, imbuh pernyataan bersama tersebut.

Baca Juga

Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji

“Warga sipil harus dapat pergi dengan selamat, dan semua pihak harus memastikan akses kemanusiaan tanpa kendali dan aman yang cepat.”Beberapa fasilitas medis di El-Obeid digempur oleh serangan drone RSF. Gardu utama listrik dan fasilitas air juga menjadi target sehingga pasokan air dan listrik putus, sementara perkampungan penduduk menjadi sasaran serangan drone.

Sebuah kamp pengungsian diserang pada hari Senin (22/6/2026), menewaskan dua orang dan melukai 10 orang lain termasuk anak-anak, kata Sudan Doctors Network.

Organisasi-organisasi bantuan memperingatkan situasi di dalam kota akan memberuk dengan cepat.”Apabila pengepungan tidak dihentikan dan apabila akses tanpa syarat bagi bantuan kemanusiaan tdak diperbolehkan, dalam beberapa pekan, atau paling lama satu sampai dua bulan, kita akan menyaksikan tragedi setara dengan yang kita lihat di El-Fasher,” kata Mohamed Refaat, kepala misi Sudan untuk International Organisation for Migration, kepada AFP.

Sejumlah organisasi bantuan, termasuk IOM, beberapa bulan terakhir mendapatkan beberapa kali akses ke El-Obeid tetapi sekarang misi mereka dihentikan karena rute yang ditempuh tidak aman, kata Refaat.

“Tahun lalu, dunia menyaksikan kengerian yang bukan kepalang ketika Rapid Support Forces memperkosa, menjarah dan membunuh di El-Fasher – meninggalkan kehancuran dan kematian di belakang mereka. Hal ini tidak boleh terulang,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper dalam sebuah pernyataan.

“El-Obeid berada di ambang malapetaka yang akan memperdalam luka yang telah ditimbulkan pada Sudan di El Fasher,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian

Berita
3 Agustus 2026 14:27
Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Terbaru

  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum

9 Agustus 2026 08:00
Berita

Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe

9 Agustus 2026 07:37
Berita

MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

9 Agustus 2026 06:00
Berita

Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

9 Agustus 2026 05:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?