Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Milad ke-27 PAHAM Indonesia Diwarnai Seruan Tolak Board of Peace

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Mei 2026 18:03 6:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2026 18:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera keluar dari Board of Peace (BoP). Desakan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Milad ke-27 PAHAM Indonesia dan 78 tahun tragedi Nakba Palestina, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan peringatan digelar di Markas PAHAM Indonesia, Jalan Srengseng Sawah Gang Perikanan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Acara dihadiri Ketua Pembina PAHAM Indonesia Heru Susetyo, Ketua Dewan Pengawas Ahmar Ihsan Rangkuti, Ketua Yayasan Evi Risna Yanti, Direktur Operasional Busyraa Ahmad, serta jajaran pengurus dan PAHAM daerah se-Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Dalam pernyataan resminya, PAHAM Indonesia menilai keikutsertaan Indonesia dalam BoP bertentangan dengan amanat konstitusi dan nilai kemanusiaan, terutama di tengah peringatan tragedi Nakba yang diperingati setiap 15 Mei.

PAHAM Indonesia menyebut Nakba sebagai tragedi pembersihan etnis yang terencana dan sistematis terhadap rakyat Palestina sejak 1948. Organisasi itu mengutip kajian sejarawan Israel Ilan Pappé dalam buku The Ethnic Cleansing of Palestine, yang menyebut sekitar 750 ribu warga Palestina terusir dan 418 desa dihancurkan akibat operasi Zionis melalui Plan Dalet.

“Di momen milad ke-27 dan Nakba Day ini, kami berdiri tegak menyatakan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi kebijakan yang melegitimasi ketidakadilan dan kebiadaban. Indonesia harus segera keluar dari Board of Peace untuk menyelamatkan marwah konstitusi dan mengembalikan jati diri bangsa Indonesia sebagai republik yang tegak berdiri menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi,” demikian pernyataan resmi PAHAM Indonesia.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

PAHAM Indonesia menilai bergabungnya Indonesia ke dalam BoP merupakan bentuk pengabaian terhadap akar sejarah penderitaan rakyat Palestina. Organisasi itu juga menilai forum yang diinisiasi Amerika Serikat tersebut cenderung berpihak pada narasi penjajah dan berpotensi melegitimasi penindasan terhadap Palestina.

Selain itu, PAHAM Indonesia menilai langkah pemerintah bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Mereka juga menyoroti proses pengambilan keputusan yang dianggap tidak melibatkan DPR RI sehingga dinilai cacat secara prosedur demokrasi.

Ketua Pembina PAHAM Indonesia, Heru Susetyo, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Board of PeaceDewan PerdamaianNakbaPaham Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Umumkan 1 Dzulhijjah 1447 H Bertepatan dengan 18 Mei
Tulisan selanjutnya Terungkap! Israel Dirikan Dua Markas Rahasia di Irak untuk Hadapi Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

Berita
30 September 2026 19:02
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

1 Oktober 2026 12:29
Berita

Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

1 Oktober 2026 06:53
Berita

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq

30 September 2026 21:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?