Hidayatullah.com—Raja Abdullah dari Yordania akan melakukan lawatan ke China mulai hari Selasa (18/8/2026) guna melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.
Hal tersebut diumumkan di Beijing demikian diumumkan Beijing pada hari Senin (17/8/2026), lansir AFP.
China, salah satu pembeli utama minyak Iran, memposisikan diri sebagai pihak yang netral dalam konflik Timur Tengah dan menyerukan stabilitas di jalur maritim vital Selat Hormuz.
Lawatan tersebut, atas undangan Xi, akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 24 Agustus, kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan.
Kedua pemimpin itu akan “bertukar pandangan tentang hubungan bilateral serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.
“China berkenan bekerja sama dengan Yordania untuk menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk bersama-sama meningkatkan rasa saling percaya di ranah politik, memperluas kerja sama yang saling menguntungkan … serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian, stabilitas dan pembangunan regional,” imbuhnya.
Selama pertempuran yang kembali berkobar bulan lalu, Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang terletak di Yordania, dan Washington melancarkan serangan “dahsyat” sebagai balasannya.
Selama lawatan ke China besok — kunjungan kesembilan Abdullah sejak naik tahta pada tahun 1999 — Raja Yordania juga akan mengunjungi Shanghai dan Shenzhen.*




