Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Ada Lagi Warga Australia Kerabat Anggota ISIS di Kamp Roj Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Mei 2026 11:32 11:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Mei 2026 11:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perempuan dan anak-anak Australia terakhir yang ditahan di sebuah kamp di timur laut Suriah tempat penampungan kerabat tersangka ekstremis asing sudah meninggalkan lokasi tersebut untuk kembali ke negeri asalnya, kata seorang pengurus kamp kepada AFP hari Sabtu (23/5/2026).

“Dua puluh satu orang Australia meninggalkan kamp Roj pada hari Kamis (21/5) – tujuh wanita dan 14 anak-anak berusia delapan sampai 14 tahun – kata pejabat administrasi Kurdi tersebut, tanpa bersedia identitasnya disebutkan.

Pasukan Kurdi Suriah mengontrol kamp Roj, di mana kerabat para tersangka ekstremis asing termasuk orang-orang Barat ditahan selama bertahun-tahun perang sipil berlangsung.

“Mereka diserahkan kepada pemerintah Suriah dan dipindahkan ke ibu kota Suriah dengan tujuan untuk dikirim ke Australia,” kata pejabat tersebut. “Tidak ada lagi orang Australia yang tersisa di Roj.

“Awal bulan ini, sebanyak 13 orang Australia – empat wanita dan 9 anak mereka – terbang meninggalkan Suriah.

Baca Juga

Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Dua di antara wanita tersebut, seorang ibu dan putrinya, ditangkap aparat setibanya di Australia. Polisi menuduh mereka memperbudak seorang wanita setelah melakukan perjalanan ke Suriah pada tahun 2014 untuk mendukung kelompok ISIS, dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan saat hidup di bawah kekhalifahan yang diproklamirkan sepihak oleh ISIS. Mereka ditahan oleh pasukan Kurdi sejak 2019.

Seorang wanita ketiga juga ditangkap setibanya di Australia dan dijerat dakwaan memasuki area terlarang dan bergabung dengan sebuah organisasi teroris.Wanita keempat tidak ditangkap.

Ratusan wanita dari negara-negara Barat terkena bujuk rayu untuk berangkat ke Timur Tengah ketika ISIS semakin berjaya di awal tahun 2010-an, dalam banyak kasus mereka mengikuti suami yang telah mendaftar sebagai pejuang kelompok ekstremis.

Kala itu, Australia mengatakan bahwa bepergian ke daerah-daerah basis kelompok ISIS, seperti Provinsi Raqa di Suriah, merupakan suatu pelanggaran hukum.

Kelompok-kelompok kecil perempuan dan anak-anak kembali ke Australia pada tahun 2019 ketika ISIS mulai kehilangan wilayah kekuasaannya, kemudian beberapa kelompok lain menyusul pada 2022, dan 2025.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjara Seumur Hidup untuk 9 Kolaborator Garda Revolusi Iran
Tulisan selanjutnya Kereta Pakistan Jadi Target Ledakan 20 Tewas di Balochistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Berita
11 Juli 2026 10:50
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

11 Juli 2026 10:28
Bendera Israel dan Uni Eropa EU
Berita

Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel

11 Juli 2026 10:20
Berita

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah

10 Juli 2026 17:23
Berita

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

10 Juli 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?