Hidayatullah.com– Aparat keamanan Pakistan yang dibantu dengan helikopter-helikopter mliter membuuh 75 pemberontak dalam operasi selama beberapa hari yang menarget kelompok separatis yang dituduh berada di belakang serangkaian serangan terhadap tentara, polisi dan warga sipil di Provinsi Balochistan, kata pejabat setempat hari Jumat (10/7/2026).
Hasil operasi itu diumumkan satu hari setelah Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengunjungi ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta, dan mengatakan kepada keluarga dari 42 orang korban serangan selompok separatis bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia dan para pelakunya akan dimintai pertanggungjawaban, lansir Associated Press.
Menurut pemerintah Balochistan, operasi itu melibatkan tentara, aparat penjaga perbatasan Frontier Corps dan petugas kepolisian. Operasi dimulai pada Senin malam (6/7/2026) setelah puluhan anggota kelompok separatis Baloch Liberation Army (BLA) menyerang pos kepolisian di Bendungan Mangi Dam, yang memasok kebutuhan air bersih jutaan penduduk Quetta dan sekitarnya.
Dalam serangan pertama sembilan polisi dan 15 pelaku serangan tewas. Para penyerang kemudian menculik 18 petugas kepolisian, yang kemudian ditemukan dalam keadaan ditutup matanya dan ditembak mati setelah mereka melarikan diri ke daerah pegunungan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pakistan mengatakan BLA dan Taliban Pakistan memiliki tempat persembunyian di Afghanistan dan menerima sokongan dari India. Kabul dan New Delhi membantah hal tersebut.
Pemerintah Pakistan menyetujui kompensasi 11,1, juta rupee ($39.000) bagi keluarga dari masing-masing anggota kepolisian yang tewas dalam serangan-serangan tersebut.
Balochistan merupakan provinsi di Pakistan yang memiliki wilayah terluas tetapi paling jarang penduduknya. Kelompok-kelompok yang dipimpin etnis Baloch sejak lama menuntut otonomi yang lebih besar atau kemerdekaan bagi daerah tersebut. Di sana juga kerap terjadi serangan yang dilancarkan oleh Tehrik-i-Taliban (TTP), kelompok pemberontak Pakistan yang terpisah tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan.*




