Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2026 12:12 12:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2026 12:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Beta Pujangga Mukti

Saya masih mengingat dengan cukup jelas perjumpaan pertama itu. Awal tahun 2018, di sela-sela padatnya agenda Musyawarah Nasional Tarjih ke-30 di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, saya duduk sebagai salah satu notulen yang bertugas mencatat jalannya sidang dan aliran gagasan yang mengemuka. Di ruang-ruang musyawarah itulah saya pertama kali bertemu langsung dengan Prof. Dr. H. Hamim Ilyas, M.A., seorang ulama yang kala itu lebih dahulu saya kenal lewat nama besar dan tulisan-tulisannya.

Beliau berbicara dengan tenang, namun pikirannya mengalir deras. Kalimat-kalimatnya tidak meninggi, tetapi menjulang. Saya mendengar dan mencatat bagaimana ayat-ayat al-Qur’an dibaca bukan sekadar sebagai teks yang dipagari masa lalu, melainkan sebagai cahaya yang menuntun realitas hari ini. Dari forum itu lahir gagasan-gagasan segar tentang fikih yang membumi tentang bagaimana agama mesti hadir melindungi kehidupan manusia modern. Di antara produk pemikiran penting yang mengemuka saat itu adalah Fikih Perlindungan Anak dan Fikih Informasi, dua ikhtiar ijtihad Muhammadiyah untuk menjawab zaman dengan keberanian ilmu dan kejernihan nurani. Dan di tengah semua itu, Prof. Hamim tampak bukan hanya sebagai pemimpin sidang, melainkan penjaga arah intelektual Muhammadiyah.

Kini, tokoh itu telah berpulang.

Hamim Ilyas meninggalkan dunia yang selama ini beliau isi dengan ilmu, keteduhan, dan pengabdian. Sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, beliau berada di salah satu simpul terpenting Muhammadiyah. Ruang tempat denyut pemikiran, istinbath hukum, dan orientasi keagamaan dirumuskan. Di tangan para ulama seperti beliau, Muhammadiyah menjaga akalnya tetap jernih sekaligus hatinya tetap hidup. Tarjih dan Tajdid adalah dua sayap Muhamamdiyah; satu menjaga akar, satu mengembangkan cabang. Tarjih menuntun umat menemukan cahaya kebenaran, sedang tajdid menjaga cahaya itu tetap menyala di setiap perubahan zaman.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam bidang Tafsir Ayat-Ayat Hukum, Prof. Hamim menghadirkan tradisi keilmuan Islam yang mendalam namun tidak berjarak dengan kenyataan sosial. Ia membaca wahyu dengan kesungguhan akademik sekaligus kepekaan kemanusiaan. Tafsir baginya bukan sekadar menyingkap makna ayat, melainkan menuntun manusia agar menghadirkan keadilan dan kasih sayang dalam kehidupan.

Barangkali karena itulah beliau mempopulerkan gagasan Tauhid Rahamutiyah, sebuah ikhtiar teologis yang menempatkan rahmah sebagai inti hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Dalam gagasan itu, keimanan tidak berhenti pada pengakuan langit, tetapi menjelma menjadi kasih sayang yang bekerja di bumi. Tauhid tidak hanya melahirkan kesalehan individual, tetapi juga keberpihakan pada kemanusiaan, perlindungan terhadap yang lemah, dan tanggung jawab sosial yang nyata.

Gagasan besar itu beliau rajut pula dalam karya monumentalnya, Fikih Akbar, yang merumuskan prinsip-prinsip teologis Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Sebuah ikhtiar intelektual yang mencoba menegaskan kembali wajah Islam sebagai agama yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan universal.

Namun, sebesar apa pun ilmunya, orang-orang justru lebih dahulu mengenang pribadinya. Beliau adalah sosok alim yang teduh. Percakapannya tidak meledak-ledak. Sikapnya rendah hati. Di ruang sidang, di forum ilmiah, maupun dalam perjumpaan sehari-hari, ia menghadirkan suasana yang menenangkan. Ada jenis kewibawaan yang tidak lahir dari suara keras, tetapi dari keluasan ilmu dan kejernihan akhlak.

Bahkan di masa-masa akhir pengabdiannya, beliau masih menerima amanah sebagai Ketua Badan Pembina Harian Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PP Muhammadiyah, lembaga penting milik persyarikatan Muhammadiyah untuk melahirkan kader-kader ulama unggul dalam bidang ketarjihan dan pemikiran Islam. Seakan hidup beliau memang sepenuhnya diabdikan untuk merawat mata rantai ilmu agar tetap menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hari ini, Muhammadiyah kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Dunia akademik kehilangan seorang guru. Umat kehilangan penuntun yang lembut. Namun, orang-orang seperti Prof. Hamim memang tidak benar-benar pergi.

Secara hakiki jasad beliau telah dipeluk bumi, namun secara majazi ia tinggal dalam gagasan-gagasan yang terus dibaca. Dalam murid-murid yang meneruskan nyala ilmunya. Dalam forum-forum tarjih yang kelak tetap mencari jawaban zaman dengan keberanian ijtihad dan keluasan kasih sayang. Dan terutama, ia tinggal dalam jejak keteladanan, bahwa menjadi alim tidak harus menjauh dari manusia, dan menjadi cendekiawan tidak harus kehilangan kelembutan hati.

Kepergian beliau adalah oase duka bagi dunia intelektual Islam Indonesia. Perpisahan dengan seorang cendekiawan Muslim yang kesalehan pribadinya melangit, namun kesalehan sosialnya mengakar kuat di bumi. Seorang pengemban risalah rahmat yang sepanjang hidupnya berusaha menghadirkan kasih sayang bagi segenap alam. Melalui fikiran, tulisan, lisan dan tindakan keteladanan.

Allāhumma-ghfirlahū warhamhū wa ‘āfihī wa‘fu ‘anhu.*

Penulis merupakan Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamim IlyasHeadlineMuhammadiyahobituariPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepuluh Tersangka ISIS Asal Turki Ditangkap di Suriah
Tulisan selanjutnya Penduduk Greenland Protest di Depan Kantor Konsulat Amerika yang Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

Berita
4 Oktober 2026 17:00
Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?