Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2026 18:37 6:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2026 18:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua DPP Hidayatullah Bidang Perkaderan dan Pembinaan Anggota, Dr. Abdul Ghofar Hadi, menegaskan bahwa cita-cita melahirkan kader dan pemimpin yang berpengaruh tidak akan terwujud tanpa penguatan sistem halaqah yang ditopang oleh tradisi membaca dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Ustadz Ghofar dalam suasana Lailatul Ijtima (Mabit) atau Halaqoh Kubro yang digelar DPW dan DMW Hidayatullah DKI Jakarta di Masjid Baitul Karim, Jumat malam (12/6/2026). Kegiatan itu mengangkat tema “Berpengaruh tanpa Berhalaqah, Hanyalah Mimpi.”

Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat ini menegaskan bahwa halaqah tidak boleh dipahami sekadar kegiatan formal saja. Menurutnya, halaqah sebagai pusat pembinaan, pertemuan dan penguatan ide, serta ruang transformasi ilmu, serta nilai-nilai perjuangan.

Ghofar mengungkapkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Padahal saat itu, kata dia, masyarakat Arab berada dalam kondisi jahiliyah dan Rasulullah sendiri dikenal sebagai seorang ummi atau buta huruf. “Suatu perintah yang sepertinya tidak pas kala itu,” ujar Dosen STIS Hidayatullah ini.

Karena itu, Ghofar menekankan perlunya. Menurutnya, membaca menjadi sumber yang menghidupkan halaqah. Tanpa bahan bacaan dan tradisi belajar, halaqah hanya akan menjadi pertemuan rutin yang kehilangan ruh dan daya transformasinya. “Kalau halaqah ingin hidup dan melahirkan pengaruh, maka harus diawali dengan proses iqra, dengan membaca,” tegasnya.

Baca Juga

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor

Ustadz Ghofar lantas mencontohkan sosok pendiri Hidayatullah, Allahuyarham KH Abdullah Said yang dikenal sebagai kutu buku sejak muda, ia memiliki tradisi membaca yang sangat kuat. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang nantinya melahirkan berbagai gagasan dan langkah besar dalam perjalanan Hidayatullah.

“Beliau menghabiskan banyak waktunya untuk membaca buku. Bahkan ketika bepergian ke berbagai daerah, oleh-oleh yang dibawa pulang bukan pakaian atau barang lainnya, tetapi buku,” tuturnya.

Ghofar mengatakan banyak gagasan besar Abdullah Said lahir dari hasil membaca. Dari proses itu pula banyak inspirasi yang berkembang dan dipraktekkan oleh beliau. Semua diawali dari interaksi yang intens dengan literasi, sejarah Islam, serta pemikiran para tokoh.

Di hadapan peserta Lailatul Ijtima itu, Ghofar menyoroti rendahnya budaya literasi di Indonesia. Padahal, sambung beliau, hampir semua tokoh besar dunia memiliki satu kesamaan, yakni kebiasaan membaca.

“Pemimpin-pemimpin besar dunia memiliki karakter yang sama, yaitu membaca. Bahkan tokoh-tokoh yang sukses dalam bidang ekonomi dan teknologi tetap menyediakan waktu khusus untuk membaca dan memperbarui wawasan mereka,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ghofar berharap agar halaqah menjadi ruang dialog yang hidup, bukan sekedar tempat menyampaikan materi secara satu arah. Menurutnya, peserta halaqah perlu datang dengan bekal bacaan, pemikiran, dan hasil pengamatan terhadap berbagai persoalan umat maupun perkembangan masyarakat.

“Halaqah harus jadi tempat bertemunya gagasan. Di sana ada diskusi, inspirasi, evaluasi, dan lahir langkah-langkah nyata. Kalau datang tanpa bekal bacaan, maka halaqah sulit berkembang dan tidak menarik,”sambungnya.

Bagi Ustadz Ghofar makna halaqah adalah episentrum peradaban. Memiliki fungsi strategis dalam pembinaan, memperkuat moralitas, integritas, spiritualitas, serta kepemimpinan kader. Melalui halaqah, hubungan antara murabbi dan mutarabbi dapat terbangun secara lebih dekat sehingga pembinaan berjalan efektif.

“Halaqah adalah mesin kaderisasi. Di sana ada komitmen yang terkoneksi, menjadi kekuatan organisasi, dan menjadi fondasi kepemimpinan,” katanya.

Ghofar juga mendorong agar sistem halaqah semakin diperkuat dan menjadi budaya organisasi yang menjangkau seluruh tingkatan kepengurusan. Ia menilai, keberhasilan dakwah dan pembangunan peradaban sangat bergantung pada kuatnya jaringan pembinaan kader yang berkesinambungan.

“Pengaruh tidak lahir begitu saja. Pengaruh lahir dari proses panjang pembinaan, penguatan ilmu, dan penguatan ruhiyah,” tegasnya.

Selain sebagai sarana kaderisasi, Ghofar menilai halaqah juga dapat menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan kehidupan anggota, mulai dari masalah keluarga, pendidikan anak, hingga tantangan sosial yang dihadapi sehari-hari.

Dengan demikian, halaqah bukan hanya instrumen organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pendampingan yang mampu memperkuat ketahanan individu, keluarga, dan jamaah secara keseluruhan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HalaqohHeadlinekaderisasiliterasimembaca
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Tulisan selanjutnya Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi

Berita
30 Oktober 2026 14:11
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

Terbaru

  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi

31 Oktober 2026 09:40
Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

30 Oktober 2026 17:19
Berita

Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

30 Oktober 2026 16:27
Berita

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah

30 Oktober 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?