Hidayatullah.com – Proses pemakaman Ali Khamenei akan menyaksikan kerumunan terbesar hingga saat ini. Mulai jam 6 pagi pada Senin waktu setempat ratusan ribu orang diperkirakan akan bergerak sejauh 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein ke Lapangan Azadi, dengan shalat jenazah dijadwalkan pada hari ini.
Wilayah udara Teheran akan ditutup pada hari Senin sebagai bagian dari pengaturan pemakaman, lapor Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).
Shalat jenazah kedua akan diadakan di Masjid Jamkaran di kota Qom, selatan Teheran, pada hari Selasa, dengan kemungkinan prosesi pemakaman lainnya. Shalat jenazah pertama telah digelar pada Ahad.
Khamenei memerintah Republik Islam Iran dari tahun 1989 hingga ia tewas pada usia 86 tahun dalam serangan udara pada hari pertama perang AS-Israel di Iran pada 28 Februari.
Upacara pemakaman Ahad di kompleks Grand Mosalla Teheran dipimpin oleh ulama Syiah terkemuka Ja’far Sobhani, seorang cendekiawan berusia 97 tahun yang mengajar di seminari di kota suci Qom.
Putra dan penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang diklaim terluka dalam serangan 28 Februari, belum muncul di depan umum sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi dan secara mencolok absen dari shalat jenazah.
Tiga putra almarhum pemimpin tertinggi lainnya, Masoud, Mostafa, dan Meysam, hadir.
Hari Ahad ditetapkan sebagai hari libur nasional di seluruh Iran, dan kemudian pada hari itu, jenazah Khamenei akan dipindahkan dari kompleks Grand Mosalla, tempat ia disemayamkan untuk persiapan prosesi melalui ibu kota pada hari Senin.
Kompleks keagamaan yang luas dan jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi oleh para pelayat pada Ahad pagi.
Dengan suhu yang diperkirakan melebihi 35 derajat Celcius, para pelayat yang membawa bendera Iran dan potret Khamenei, saat mereka menuju Grand Mosalla, diberi minuman penyegar.
Setelah prosesi hari Senin, peti jenazah Khamenei akan dipindahkan pada hari Selasa ke Qom, kemudian pada hari Rabu ke negara tetangga Irak, sebelum dimakamkan pada hari Kamis di kota kelahirannya di timur laut, Mashhad.
Penyelenggara juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi gelombang panas yang mungkin mencapai 40 derajat Celcius di Teheran selama beberapa hari ke depan, dengan menyemprotkan kabut air pada hari Sabtu agar tetap sejuk di kompleks Grand Mosalla.*




