Hidayatullah.com– Kerumunan massa besar berpakaian warna hitam berkumpul di luar Grand Mosalla, masjid utama umat Syiah di pinggiran kota Teheran, untuk meratapi kepergian Ayatullah Ali Khamenei di hari pertama prosesi pemakamannya.
Jenazah Ayatullah Ali Khamenei saat ini disemayamkan di Grand Mosalla, untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada Kamis depan, lapor BBC hari Sabtu (4/7/2026).
Pihak berwenang memperkirakan 15-20 juta orang akan menghadiri acara-acara terkait pemakaman Khamenei di sejumlah daerah di Iran dan Iraq selama beberapa hari ke depan.
Massa yang menghadiri acara pemakaman Sabtu pagi itu dikabarkan meneriakkan slogan-slogan anti Amerika Serikat dan janji untuk menuntut balas kematian pemimpin mereka tersebut.
“Kami datang karena kami berjanji kepada pemimpin tertinggi bahwa kami akan berdiri di sisinya sampai akhir hayatnya,” kata pria bernama Reza, seorang profesor berusia 37 tahun, kepada kantor berita AFP di halaman Grand Mosalla.
“Sejak dulu, kami berteriak bahwa kami akan mengorbankan nyawa kami untuk pemimpin, tetapi justru dialah yang mengorbankan dirinya untuk kami,” ujarnya.
Arash Rahimi, 40, mengatakan kepada Reuters, “Semua orang di sini datang untuk menuntut balas atas kematian pemimpin tertinggi mereka.”
“Seperti yang pemimpin kami katakan, kami memiliki permusuhan berdarah dengan Amerika Serikat. Hubungan kami dengan Amerika Serikat tidak akan pernah baik.”
Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan bersama antara Israel dan AS terhadap Iran pada 28 Februari.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintah Iran “sangat ingin” mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang setelah kesepakatan awal tercapai antara kedua pihak. “Kami memberi mereka [Iran] libur satu pekan untuk menghadiri pemakaman karena kami baik hati,” ujarnya hari Jumat (3/7/2026).
Sebagian besar pusat kota Teheran akan ditutup pada akhir pekan ini selama upacara pemakaman berlangsung.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari, bersama jasad anggota keluarganya yang ikut terbunuh dalam serangan AS-Israel.Setelah itu akan digelar acara selama tiga hari lagi di luar ibu kota.
Pada hari Selasa (7/7/2026), jasadnya akan dipindah ke kota suci umat Syiah, Qom, di selatan Teheran, di mana seorang tokoh senior Syiah akan memimpin sembahyang untuk si mayat di Jamkaran, salah satu tempat yang dianggap suci oleh pengikut Syiah.
Jasad Khamenei kemudian akan dibawa berkeliling ke Najaf, Iraq, pada hari Rabu. Berbagai ritual akan digelar di makam Imam Ali, imam pertama umat Syiah, kemudian dilanjutkan di Karbala sebelum akhirnya jenazah dikembalikan ke Iran.
Pada hari Kamis (9/7/2026), Khamenei akan dikubur di Kompleks Makam Imam Reza, mausoleum imam kedelapan umat Syiah dan situs ziarah terpenting di Iran, yang terletak di Mashhad, kota kelahiran Ayatullah Ali Khamenei.*




