Hidayatullah.com– Kepala International Maritime Organization hari Rabu (8/6/2026) menyerukan para pihak yang berkonflik untuk sebisa mungkin menahan diri dan menurunkan ketegangan sebab masih ada sekitar 6.000 awak kapal yang masih tertahan di perairan Teluk Arab di tengah aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
“Serangan-serangan ini semakin meningkatkan ketakutan, ketidakpastian dan tekanan psikologis yang sudah dialami oleh hampir 6.000 pelaut yang masih terkatung-katung di atas kapal tidak dapat beranjak dari Teluk Arab dengan aman,” kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu mengatakan gencatan senjata AS-Iran berakhir, meskipun ia membuka pintu untuk pembicaraan lebih lanjut, setelah pertempuran yang dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
“Saya mengutuk serangan selama dua hari terakhir terhadap beberapa kapal yang melintasi Selat Hormuz,” kata Dominguez, mengecam serangan Iran atas sedikitnya tiga kapal di rute maritim yang sangat penting itu beberapa hari terakhir.Para awak kapal yang tidak bersalah berada dalam bahaya besar, imbuhnya.
Dia menyerukan kepada “semua negara yang terkait untuk menahan diri secara maksimal, meredakan situasi tanpa penundaan, dan memfasilitasi keberangkatan dengan aman kapal-kapal yang masih terjebak di Teluk sejak krisis dimulai.”
“Keselamatan para pelaut harus tetap menjadi prioritas utama kita,” tegasnya.*




