Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juli 2026 11:08 11:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juli 2026 11:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Beberapa jurnalis New York Times dipanggil untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah setelah mereka menulis laporan bahwa pesawat Air Force One hadiah dari Qatar yang dipakai Presiden Donald Trump mengalami masalah keamanan.Dilansir BBC hari Sabtu (11/7/2026), NY Times mengatakan agen federal mengirimkan surat panggilan ke rumah beberapa wartawan, menuntut mereka untuk hadir di hadapan dewan juri federal yang menyelidiki potensi adanya pelanggaran pidana dalam penulisan berita itu.

Koran terkemuka itu menulis laporan dugaan bahwa pesawat pemberian Qatar itu tidak memenuhi standar keamanan, dan Secret Service — yang bertugas mengawal presiden dan pejabat tinggi AS — mendesak Trump untuk berganti-ganti pesawat dalam perjalanan pulang dari pertemuan NATO di Turki.

NY Times hari Rabu (8/7) melaporkan bahwa Trump berangkat menuju pertemuan tingkat tinggi NATO di Turki dengan pesawat Air Force One yang baru. Keesokan harinya, koran itu melaporkan para petugas pengamanan presiden khawatir pesawat yang lebih baru itu tidak memiliki fitur keamanan canggih, termasuk kemampuan anti-rudal.

Departemen Kehakiman AS mengatakan pihaknya menyelidiki dugaan pelanggaran berupa pembocoran informasi rahasia. “Reporter bukan target (penyelidikan), melainkan kebocoran informasi rahasianya.”

Namun pengacara NY Times, David McCraw, mengatakan bahwa pemanggilan itu merupakan “tindakan sewenang-wenang” dan “tidak lebih dari upaya untuk mencegah publik mengetahui apa yang terjadi di negara mereka dengan mengintimidasi jurnalis agar tidak melakukan pekerjaan mereka”.

Baca Juga

Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang

Pemanggilan itu mengharuskan para jurnalis NY Times untuk menghadap grand jury di Manhattan pada hari Rabu (15/7).

Grand jury terdiri dari anggota masyarakat dan dibentuk oleh pemerintah AS untuk memeriksa bukti-bukti dan memutuskan apakah ada cukup bukti untuk menuntut seseorang atau beberapa orang atas suatu kejahatan. Sistem peradilan di Amerika Serikat memungkinkan kasus pidana diputuskan bersalah atas tidak oleh grand jury atau oleh majelis hakim.

Para wartawan itu dipanggil “berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum pidana federal,” lapor NY Times seperti dilansir BBC.

Laporan NY Times tentang keamanan pesawat tersebut ditulis dengan mengutip sumber-sumber yang tidak diungkapkan. Sementara berbicara kepada media tentang informasi rahasia adalah tindak kejahatan, Konstitusi AS melindungi kebebasan pers untuk melaporkan informasi yang dianggap berguna bagi kepentingan publik.

“Kami menghargai dan mengapresiasi peran penting yang dimainkan pers di negara ini, tetapi Departemen Kehakiman juga memainkan peran penting untuk memastikan bahwa orang-orang yang dipercayakan dengan rahasia negara kita melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dengan informasi itu, yang artinya tidak membagi informasi rahasia,” kata Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada BBC.

“Jurnalis kami melaporkan fakta dan mengedepankan hak rakyat Amerika untuk mengetahui bagaimana pemerintah mereka beroperasi dan bagaimana uang pajak mereka digunakan,” kata McCraw, pengacara NY Times.

Bulan lalu, Trump menunjukkan ke publik sebuah pesawat jet Boeing 747-8 baru yang diberikan oleh pemerintah Qatar tahun lalu sebagai hadiah “tanpa syarat” kepada AS untuk dipakai sebagai pesawat kepresidenan Air Force One yang baru.

Jet mewah itu dimodifikasi untuk mengangkut presiden dan dilengkapi dengan sistem komunikasi dan teknologi canggih berikut dukungan keamanan dan logistik yang memadai. Pesawat tersebut ditaksir bernilai $400 juta.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Tulisan selanjutnya Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati

Berita
7 Juli 2026 18:00
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz

11 Juli 2026 16:47
Berita

PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

11 Juli 2026 16:21
Berita

Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

11 Juli 2026 11:43
Berita

Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

11 Juli 2026 11:17
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?