Hidayatullah.com – Warga Palestina di Jalur Gaza berduka atas kematian relawan bantuan Mohammed al-Wahidi dalam serangan drone ‘Israel’. Ia dikenal karena jasanya mengorganisir upaya bantuan dan penayangan pertandingan Piala Dunia FIFA bagi para pengungsi Palestina.
Al-Wahidi, 65 tahun, dikenal di Gaza karena mengawasi kegiatan kemanusiaan dan memasang layar besar di luar ruangan tempat para pengungsi Palestina dapat menonton pertandingan Piala Dunia di tengah keterbatasan fasilitas akibat perang Genosida Zionis di wilayah terblokade itu.
Menurut unggahan yang dibagikan oleh warga Palestina di media sosial dalam beberapa hari terakhir, al-Wahidi selamat dari serangan pesawat tak berawak ‘Israel’ pertama yang menghantam kendaraan yang ditumpangi sebelum menaiki mobil sipil lain yang kemudian juga dihantam oleh Zionis, membunuhnya seketika.
“Drone militer Israel mengejar Mohammed al-Wahidi dua kali; mereka menyerang mobil pertama yang ditumpanginya dan dia selamat, kemudian dia naik ke kendaraan lain, yang terkena serangan dan menewaskannya,” tulis Yusuf Fares, seorang warga Palestina, di Facebook, mengutip seorang anggota keluarga al-Wahidi.
Dalam unggahan di Facebook, sepupunya Nizar al-Wahidi menulis bahwa Mohammed al-Wahidi, yang dikenal sebagai Abu Suhaib, “tidak luput dari upaya pembunuhan.”
Ia menambahkan bahwa “kejahatan terbesar” al-Wahidi adalah menjabat sebagai direktur Kantor Mukhtar dan Pemimpin Komunitas di Komite Mesir untuk Bantuan Pengungsi di Gaza dan membantu mempersiapkan kegiatan nonton bareng pertandingan Piala Dunia Mesir melawan Argentina.
Setelah kematiannya, warga Palestina secara luas membagikan foto-foto al-Wahidi selama kegiatan bantuan dan mengenang upayanya untuk membantu keluarga dan menyelenggarakan penayangan sepak bola yang menawarkan momen-momen normal singkat bagi warga di tengah genosida Zionis ‘Israel’.
Syahid bersama 3 Orang lainnya
Menurut seorang koresponden Anadolu, sebuah drone ‘Israel’ menyerang kendaraan sipil di lingkungan Sabra, Kota Gaza pada 7 Juli.
Serangan itu membunuh empat warga Palestina, termasuk dua bersaudara, serta al-Wahidi dan Ahmed Doghmosh, yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Pusat Hak Asasi Manusia Palestina mengatakan bahwa al-Wahidi telah menyiapkan area nobar Piala Dunia untuk umum sebelum serangan itu, yang terjadi sesaat sebelum pertandingan Mesir-Argentina.*




