Hidayatullah.com – Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina pada Senin membuka rumah sakit lapangan di Gaza utara untuk melayani 500.000 orang Palestina di Gaza yang bertahan di sana.
“Pembukaan rumah sakit ini mewujudkan tekad rakyat kita untuk tetap teguh dan melanjutkan kehidupan, meskipun terjadi bencana kemanusiaan di Gaza, kehancuran sebagian besar sektor kesehatan, dan kekurangan obat-obatan, peralatan, dan tenaga medis,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa melansir MEMO pada Selasa (11/08/2026).
Menurut Mustafa, RS lapangan itu merupakan langkah cepat untuk merespon “meningkatnya kebutuhan kesehatan dan mengirim pesan tentang tekad rakyat Palestina untuk terus bertahan,” di tengah genosida ‘Israel’ di Gaza.
“Merawat orang sakit dan terluka adalah kewajiban kemanusiaan yang dijamin oleh hukum internasional,” imbuhnya saat mengunjungi markas besar dan gudang pasokan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) di Al-Bireh.
Dalam kunjungan itu, ia meninjau stok obat-obatan, perlengkapan medis, dan bantuan. Serta memeriksa mekanisme pengiriman suplai tersebut ke Gaza.
Pada gilirannya, PRCS menyebut pihaknya telah siap mengirim obat-obatan dan perlengkapan medis yang kini berada di gudangnya. Organisasi kemanusiaan yang didirikan saudara Yasser Arafat, Fathi Arafat itu mengatakan 57 ambulans siap memasuki Gaza setelah perbatasan dibuka oleh Zionis ‘Israel’, termasuk 35 kendaraan di sisi perbatasan Mesir dan 22 di Tepi Barat.
“Pembukaan fasilitas ini merupakan langkah untuk memperkuat respons kesehatan di Gaza utara, meskipun ada pembatasan dan tantangan yang memengaruhi persiapan dan operasinya,” ujar Presiden PRCS Younis al-Khatib.
Organisasi tersebut mengatakan rumah sakit lapangan baru ini adalah yang keenam yang dibangun oleh organisasi tersebut di Gaza dan diharapkan dapat melayani hampir setengah juta orang.
Didukung AS, Genosida ‘Israel’ di Gaza, telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan. Hampir seluruh infrastruktur Gaza hancur akibat genosida, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan.*




