Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 September 2026 20:11 8:11 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 September 2026 20:11
Bagikan
Pria Iraq ditangkap usai mendoakan kehancuran Israel dan kemenangan Palestina di Kabah saat umrah
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang pemuda Turki dan temannya asal Istanbul berhasil tiba di Mekkah setelah melintasi jarak 3.200 kilometer dengan cara nebeng kendaraan orang lain, biasa juga disebut hitchhiking, melintasi tiga negara, Turki, Suriah dan Yordania.

Daftar isi
  • Perjalanan hitchhiking dua pemuda Turki
  • Tiba di Arab Saudi
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Melansir Daily Sabah pada Senin (21/09/2026), Ali Haydar Erol dan seorang temannya menumpangi hampir 40 kendaraan selama perjalanan mereka menuju tanah suci. Mereka mulai berangkat dari Istanbul pada 3 Agustus dan tiba di Madinah pada 9 Agustus.

Pemuda berusia 18 tahun itu mengungkapkan dirinya pernah bepergian ke berbagai kota di Turki dengan cara menumpang kendaraan orang lain. Pengalaman itulah yang membuatnya berani menetapkan umrah ke dalam salah satu tujuannya.

Ali Haydar Erol

Perjalanan hitchhiking dua pemuda Turki

Keduanya melakukan perjalanan dari Istanbul ke Ankara dengan berganti kendaraan sebanyak tujuh kali, lalu melanjutkan perjalanan melewati Aksaray, Niğde, dan Hatay. Setelah bermalam di Hatay, mereka menyeberang ke Suriah melalui Gerbang Perbatasan Cilvegözü.

Selanjutnya, mereka melintasi Hama, Homs, dan Damaskus dengan menumpangi sekitar 15 kendaraan sebelum mencapai perbatasan Yordania.

Baca Juga

Mudahkan Masyarakat Akses Khanazah Keilmuan, Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT di Munas Tarjih XXXIII
Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi di Wilayah Madinah
Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat
Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon
Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda

Karena tidak diizinkan melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, mereka diantar ke Zarqa menggunakan kendaraan lain dan melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan menuju Amman.

Setelah menghabiskan waktu bersama seorang teman mahasiswa di Amman, mereka melanjutkan perjalanan ke kota Ma’an.

Mereka menumpangi 10 kendaraan berbeda di Yordania sebelum memasuki Arab Saudi.

Tiba di Arab Saudi

Erol mengatakan bahwa sebelumnya ia pernah bepergian ke berbagai kota di Turki dengan cara menumpang kendaraan sebelum memutuskan untuk memasukkan tujuan tanah suci ke dalam salah satu perjalanannya.

Setelah memasuki Arab Saudi, keduanya berjalan di tengah cuaca panas hingga bertemu seorang sopir taksi. Mengetahui kedua pemuda asing tersebut bepergian dengan hitchhiking, sopir itu kemudian menawarkan tumpangan gratis ke Tabuk.

Di Tabuk, seseorang lainnya mengantar mereka menempuh jarak sekitar 200 kilometer. Kemudian, saat mereka kesulitan mencari kendaraan di malam hari, seorang sopir taksi lain yang mengetahui bahwa mereka berasal dari Turki menolak bayaran dan mengantar mereka ke terminal bus. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus.

Keduanya pertama-tama mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi, yang dikenal sebagai “Taman Surga”.

“Saya merasa terlepas dari segala rasa lelah. Setelah perjalanan selama seminggu, saya menemukan kedamaian batin,” ujar Erol.

Selama satu hari di Madinah, mereka mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud (Gunung Uhud).

Seseorang yang melihat video perjalanan mereka di media sosial kemudian menawarkan tumpangan gratis bagi keduanya dari Madinah ke Makkah.

Erol mengatakan bahwa melihat Ka’bah untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang sangat mengharukan.

“Saat melihatnya untuk pertama kali, saya sangat terharu hingga menangis,” ujarnya. “Ketika melihat Ka’bah tepat di hadapan saya, saya menyadari bahwa wujud aslinya berbeda dari yang terlihat di foto. Ukurannya sangat besar dan megah. Suasananya pun sangat unik.”

Erol menuturkan bahwa orang-orang yang mereka temui di sepanjang perjalanan menunjukkan keramahan setelah mengetahui tujuan mereka ke Tanah Suci untuk melaksanakan Umrah. Ada yang meminta didoakan, sementara yang lain menawarkan uang atau akomodasi.

Ia mengatakan keluarganya sempat khawatir dengan perjalanan tersebut, namun kemudian merasa senang dan bangga setelah melihat unggahan mereka dari Mekkah dan Madinah.

Terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi, Erol mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk kembali melakukan perjalanan Umrah pada musim panas mendatang.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHitchhikingPilihan RedaksiTurkiumrah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Ibrahimi di bawah kewenangan Israel Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Tulisan selanjutnya Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor

Berita
31 Oktober 2026 10:00
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina

Terbaru

  • Mudahkan Masyarakat Akses Khanazah Keilmuan, Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT di Munas Tarjih XXXIII
  • Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi di Wilayah Madinah
  • Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat
  • Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon
  • Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda
  • Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan
  • Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
  • Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’
  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan

5 November 2026 16:11
Berita

Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang

5 November 2026 14:22
Berita

Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’

5 November 2026 13:29
Berita

Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah

3 November 2026 19:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?