Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banyak Negara Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, UEA Malah Mengkritik

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2026 11:37 11:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Agustus 2026 11:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kesepakatan pertahanan baru yang dibentuk Arab Saudi, Turki dan Pakistan tidak hanya mendapat sambutan, namun juga kritikan dan sikap sinis. Termasuk dari negara Teluk sendiri, yakni Uni Emirat Arab.

Tokoh-tokoh terkenal Emirat dan Saudi bahkan secara terbuka berdebat di media sosial.

“Pakta Pertahanan Meekah”, yang ditandatangani pada 7 Agustus, mewajibkan ketiga negara untuk memperlakukan serangan bersenjata terhadap satu negara sebagai serangan terhadap semua negara.

Perjanjian tersebut memicu kritik keras dari beberapa tokoh terkenal Emirat. Mereka mempertanyakan apakah Riyadh melangkahi kerangka keamanan regional yang telah dibentuk oleh GCC.

GCC adalah blok regional yang terdiri dari monarki-monarki kaya energi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga

Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat
Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha, Sounds Project Buat Klarifikasi
MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”

Abdulkhaleq Abdulla, seorang analis politik dan mantan ajudan Presiden UEA Mohammed bin Zayed, menjadi salah satu tokoh UEA yang berulang kali mengkritik dan bersikap sini terhadap perjanjian baru tersebut.

“Selamat atas pembentukan aliansi ini, tetapi memperkuat kerja sama militer dan politik Teluk serta mempersatukan negara-negara Teluk jauh lebih penting daripada berinvestasi dalam kerja sama militer dan politik regional yang mencakup negara-negara yang kredibilitas dan kemampuannya untuk menghadapi ancaman Iran-Israel tidak dianggap serius,” tulis Abdulla dalam salah satu ciutannya di X.

“Salah satu syarat keberhasilan aliansi apa pun adalah mengidentifikasi musuh bersama. Jadi, siapa musuh bagi negara-negara dalam aliansi ini?” imbuhnya.

Unggahan tersebut langsung mendapat bantahan dari Pangeran Saudi Abdulrahman bin Musaid, yang mengatakan bahwa perjanjian tersebut adalah masalah kedaulatan nasional dan mempertanyakan mengapa kalangan akademisi UEA tampaknya secara unik terganggu oleh pilihan strategis Riyadh.

“Apa masalahnya, Dokter, jika itu adalah aliansi, perjanjian, kesepakatan, atau dengan bentuk apa pun?” komentar Abdulrahman.

“Bagaimana ini bisa bertentangan dengan penyatuan negara-negara Teluk? Bukankah hak setiap negara untuk membuat perjanjian dengan negara mana pun sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai pencapaian kepentingannya?” tambah Abdulrahman.

Fahad al-Arabi al-Harthi, ketua Pusat Studi dan Penelitian Asbar, juga menolak tuduhan tersebut, menyatakan bahwa perjanjian Mekkah bukanlah “aliansi” yang ditujukan kepada siapa pun, karena perjanjian itu tidak dibangun berdasarkan identifikasi musuh bersama, tetapi berdasarkan “membangun kapasitas kolektif untuk pencegahan dan pertahanan, serta melindungi keamanan dan stabilitas dalam menghadapi ancaman dari pihak mana pun”.

Pengguna media sosial Saudi lainnya kurang diplomatis, dengan salah satu komentator bertanya apakah UEA telah memberi tahu negara-negara Teluk sebelum menjalin hubungan dengan Israel, merujuk pada Perjanjian Abraham 2020. “Saya bertanya-tanya, apakah UEA memberi tahu dan memberitahu negara-negara Teluk sebelum bersekutu dengan entitas Zionis?”

Saat perdebatan semakin intensif, Abdulla melangkah lebih jauh dengan memposting pesan yang ditafsirkan banyak orang sebagai penolakan langsung terhadap aliansi pan-Islam atau trilateral demi kepentingan nasional murni.

“Barangsiapa yang sektenya lebih penting daripada tanah airnya, tidak ada keselamatan baginya… Barangsiapa yang bangsanya, Arab atau Islam, lebih penting daripada tanah airnya, tidak ada keselamatan baginya,” tulis Abdulla.

“Rasa memiliki, kesetiaan, dan ketulusan hanya untuk tanah air, tanpa sekutu.”

Abdulaziz al-Tuwaijri, mantan kepala Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ISESC), membalas cuitan tokoh Emirat tersebut dengan menyinggung hubungan UEA dengan ‘Israel’, dengan menyatakan: “Siapa pun yang mengkhianati dan berkolaborasi dengan Zionis tidak akan pernah menemukan keamanan.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiGCCPakta Pertahanan MekkahUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq

Berita
8 Agustus 2026 09:41
Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’

Terbaru

  • Banyak Negara Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, UEA Malah Mengkritik
  • Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat
  • Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
  • Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha, Sounds Project Buat Klarifikasi
  • MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
  • ‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”
  • Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi
  • Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan
  • Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi

11 Agustus 2026 21:20
Berita

Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan

11 Agustus 2026 20:54
Berita

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

11 Agustus 2026 17:14
Assad Suriah
Berita

Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad

11 Agustus 2026 16:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?