Hidayatullah.com – Gembong Zionis Benjamin Netanyahu pada Sabtu berjanji untuk menghentikan terbentuknya negara Palestina di Gaza atau Tepi Barat selama ia berkuasa.
Pernyataan Perdana Menteri ‘Israel’ petahana itu disampaikannya di tengah sejumlah hasil survei yang menunjukkan partainya, Likud, beserta mitra koalisinya gagal mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan setelah pemilihan umum tanggal 27 Oktober.
“Selama saya menjabat sebagai perdana menteri, tidak akan ada negara Palestina yang dikendalikan oleh Iran, baik di Gaza maupun di Yudea dan Samaria,” ujar Netanyahu dalam sebuah acara politik, lansir Yeni Safak pada Ahad (23/08/2026).
Zionis sering kali merujuk Baitul Maqdis (Tepi Barat dan Yerusalem) dengan istilah dari agama mereka yakni Yudea dan Samaria.
Komentar Netanyahu muncul saat survei mengindikasikan bahwa partai Likud serta sekutu sayap kanan dan ultra-Ortodoksnya mungkin kesulitan meraih suara mayoritas di Knesset yang memiliki 120 kursi.
Jajak pendapat Channel 13 yang diterbitkan pada 19 Agustus memproyeksikan koalisi tersebut hanya meraih 51 kursi—kurang 10 kursi dari ambang batas yang diperlukan—sementara survei terpisah pada hari Jumat menempatkan Likud hanya pada angka 20 kursi, turun drastis dari jumlah saat ini yang mencapai 32 kursi.
Pemilihan umum Knesset dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Saat ini, Likud memegang 32 kursi di parlemen yang beranggotakan 120 orang tersebut, meskipun survei terbaru menunjukkan perolehan kursi partai itu bisa merosot hingga 20 kursi.*




