Hidayatullah.com– Indonesia sudah memberikan lampu hijau kepada Malaysia untuk membantu upaya pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan yang menyebabkan beberapa negara jiran diliputi asap beracun.
Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto sudah memberikan persetujuannya saat dia bertemu di Hambalang dalam kaitannya dengan kunjungan kerjanya ke Jakarta.
“Presiden Prabowo menyambut baik tawaran tersebut, yang artinya dia sudah memberikan persetujuan bagi Malaysia untuk ikut serta dalam upaya mengatasi kabut asap dan kebakaran di Kalimantan,” kata Ahmad Zahid dalam konferensi pers hari Sabtu (19/9/2026) seperti dilansir Bernama.
Bantuan tersebut termasuk pengerahan sebuah pesawat Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, serta 52 personel dari Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) alias pasukan penjaga perbatasan laut, Tentera Udara Diraja Malaysia (RMAF).
Ahmad Zahid mengatakan bantuan bukan hanya tindakan jangka pendek untuk memadamkan api, sebab kedua negara juga membicarakan dan menyepakati tindakan jangka panjang untuk mencegah kabut asap dan kebakaran serupa terjadi kembali.
Ahmad Zahid mengatakan Prabowo juga memberitahukan kepada dirinya bahwa masih ada 1,426 titik api di Kalimantan, sementara pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah hukum terhadap 95 perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan terbuka di kawasan itu.
Saat ditanya apakah ada perusahaan Malaysia di antara puluhan perusahaan tersebut, Ahmad Zahid mengatakan sejauh ini tidak ada informasi perihal itu. Dia juga mengatakan bahwa Indonesia sedang menyelidiki apakah ada keterlibatan Malaysia dalam karhutla di Kalimantan itu.
“Perusahaan-perusahaan itu terdaftar sebagai perusahaan Indonesia. Perihal apakah ada shareholding, sebagian dari perusahaan itu kemungkinan sebagian sahamnya dimiliki oleh orang Malaysia,” kata Ahmad Zahid.*




