Hidayatullah.com– Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid memperingatkan Pakistan supaya tidak melakukan operasi militer di dalam wilayah Afghanistan, seraya membantah tuduhan Islamabad bahwa wilayah Afghanistan dipergunakan oleh kelompok-kelompok militan untuk melancarkan serangan lintasnegara.
Berbicara dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya, Mujahid mengatakan Afghanistan akan mempertahankan kedaulatannya apabila Pakistan melancarkan serangan di dalam wilayah negaranya.
“Jika Pakistan menggunakan Pasal 51 untuk melanggar kedaulatan wilayah Afghanistan, maka Afghanistan berhak untuk membela negaranya, dan kami akan melakukannya,” kata Mujahid seperti dikutip Al Arabiya (18/9/2026), seraya memperingatkan bahwa Kabul akan melancarkan serangan balasan tanpa ampun apabila kedaulatan negaranya dilanggar.
Hal itu dikemukakan Mujahid sebagai tanggapan atas tuduhan-tuduhan yang dikemukakan dalam wawancara Al Arabiya sebelumnya dengan juru bicara militer Pakistan, yang mengatakan wilayah Afghanistan dipergunakan untuk merekrut, melatih dan mempersenjatai militan-militan yang kemudian melakukan serangan-serangan di wilayah Pakistan.
Mujahid menampik tuduhan itu, mengatakan bahwa Kabul tidak memperbolehkan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) untuk beroperasi di wilayah Afghanistan dan juga tidak mendukung kelompok-kelompok bersenjata asing menarget negara-negara lain.
Mujahid menegaskan bahwa Pakistan seharusnya menangani masalah keamanan dalam negerinya sendiri dan bukannya malah menuding Afghanistan sebagai sumber masalahnya, karena aksi-aksi pemberontakan yang dilakukan TTP dan separatis Baloch sudah ada sebelum Taliban berkuasa.
Meskipun ada ketegangan dalam masalah tersebut, Mujahid mengatakan Afghanistan menginginkan dialog dengan Pakistan dan menyerukan kerja sama lebih erat dan mekanisme yang lebih kuat dalam berbagi informasi intelijen.
Dia juga menyambut baik peran Arab Saudi sebagai mediator antara Kabul dan Islamabad, menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi merupakan sahabat Afghanistan dan Pakistan dan dapat berperan positif dalam menengahi perbedaan-perbedaan di antara mereka.*




