Hidayatullah.com – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah memperkuat kemitraan dengan Maybank melalui keikutsertaannya dalam 2nd Maybank Social Impact Partners’ Day 2026 yang berlangsung di Menara Merdeka Maybank, Kuala Lumpur, Rabu (23/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Maybank Group Sustainability Week 2026 (MGSW 2026) yang mengusung tema “Net Zero: From Commitment to Action”. Forum ini mempertemukan Maybank dengan berbagai mitra implementasi yang terlibat dalam program sosial dan keberlanjutan di kawasan regional.
LPH Hidayatullah diwakili Ketua LPH Hidayatullah, Muhammad Faisal, bersama sekretaris umum Muflih Urfi. Kehadiran LPH Hidayatullah menjadi bagian dari apresiasi terhadap mitra implementasi yang dinilai berkontribusi dalam menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat sasaran program Maybank.
Dalam forum tersebut, Maybank memaparkan perjalanan keberlanjutannya menuju aspirasi ROAR30. Pemaparan disampaikan oleh Datuk Shahril Azuar Jimin, Group Chief Sustainability Officer Maybank. Sementara itu, Chief Executive Officer Maybank Foundation, Izlyn Ramli, menyampaikan sesi bertajuk “Impacting Society Positively”.
Sejumlah sesi lainnya menghadirkan Rebecca Harris, APAC Lead, Business for Societal Impact (B4SI) Hilmi Hashim, Head, Technical Management & Governance, Group Sustainability Maybank serta Bhavan Sarpal, Manager Sustainable Business, Group Sustainability Maybank. Pembahasan mencakup pengukuran dampak berbasis hasil, Social Progress Index, hingga kerangka produk berkelanjutan Maybank.
Salah satu capaian yang disampaikan dalam forum tersebut adalah fasilitasi 1.000 sertifikat halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya Maybank dalam mendukung penguatan kapasitas UMK sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap ekosistem halal.
LPH Hidayatullah terlibat sebagai lembaga pemeriksa halal dalam pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam mendukung proses pemeriksaan dan pemenuhan persyaratan sertifikasi halal bagi UMK yang menjadi sasaran program.
Ketua LPH Hidayatullah, Muhammad Faisal, mengatakan kemitraan dengan Maybank menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal dapat berjalan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk antara lembaga sertifikasi halal dan institusi keuangan.
“Bagi kami, kemitraan ini bukan hanya tentang penerbitan sertifikat halal, tetapi bagaimana sertifikasi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan UMK. Ketika pelaku usaha memiliki kepastian dalam aspek halal, mereka memiliki modal yang lebih kuat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengembangkan usahanya,” ujar Muhammad Faisal.
Ia menambahkan, keterlibatan dalam forum keberlanjutan Maybank juga membuka ruang bagi LPH Hidayatullah untuk memahami pendekatan baru dalam mengukur dampak sosial dari sebuah program.
“Kami melihat kolaborasi seperti ini penting untuk terus dikembangkan. Sertifikasi halal memiliki dimensi ekonomi dan sosial yang luas, sehingga dampaknya perlu dilihat tidak berhenti pada sertifikat, tetapi juga pada bagaimana UMK dapat tumbuh, naik kelas, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas,” katanya.
Secara umum, Partners’ Day 2026 menjadi ruang bagi Maybank dan para mitra untuk berbagi arah strategis keberlanjutan, pendekatan pengukuran dampak sosial, serta peluang memperluas kolaborasi dalam meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan juga dihadiri perwakilan Zakat Management dan Shariah Management Maybank Islamic Berhad yang berperan dalam pengelolaan serta penghubung berbagai program sosial Maybank dengan para mitra di kawasan regional.
Bagi LPH Hidayatullah, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan Maybank sekaligus menjajaki peluang kolaborasi lanjutan dalam bidang sertifikasi halal, pemberdayaan UMK, dan program sosial berbasis keberlanjutan.
Kegiatan ditutup dengan networking lunch yang mempertemukan Maybank dengan para mitra sosial dari berbagai program dan wilayah.*




