Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Belum Matang, Kurikulum 2013 Dinilai Syarat Unsur Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2014 08:10 8:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2014 08:10
Bagikan
Pakar Kelautan ITS, Profesor M Daniel M Rosyid
Bagikan

Hidayatullah.com– Penasehat Dewan Pendidikan Jawa Timur Prof Dr Daniel Mohammad Rosyid menyebut Kurikulum 2013 masih belum ada kesiapan dan banyak unsur politik.

“Saya sangat setuju Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah yang menarik kembali Kurikulum 2013 dari pembelajaran yang telah berlangsung sejak 3 semester di beberapa sekolah di tanah air, karena belum adanya kesiapan yang matang dari kurikulum tersebut,” demikian tutur Daniel M Rosyid di kediamannya Selasa (09/12/2014) kemarin.

Pernyataan Daniel ini disampaikan terkait penarikan Kurikulum 2013 oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan.

Menurutnya, meski Anies Baswedan membatalkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di 211.779 sekolah, tapi, kurikulum baru tersebut tetap diterapkan di 6.221 sekolah yang sudah menerapkan selama tiga semester.

Menurut Daniel, kewenangan pendidikan sudah ditanggung jawabkan oleh pemerintahan kota dan daerah, bukan lagi kewenangan pemerintahan pusat. Sementara pemerintahan pusat hanya membikin standarisasi untuk pendidikan di Indonesia kemudian dilanjutkan pada pemerintahan daerah untuk bisa menjalankan pendidikan di daerahnya masing-masing.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sayangnya, pemerintah daerah belum bisa terlalu fokus dalam pendidikan dan hanya fokus dalam infrastruktur pendidikan saja. Ini semua membuat Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah seolah-olah mengambil alih semua program-program yang ada di daerah dan di kerjakan semua oleh pemerintahan pusat.

“Di dalam Kurikulum 2013 ini juga masih banyak permainan politik, mungkin itu untuk kepentingan partai atau yang lain sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, itu terlihat dari banyaknya tender buku yang jumlah milyaran rupiah. Di sini bias terjadi permainan kapitalis yang mempunyai dana untuk bisa merenggut pendidikan di Indonesia dan ujungnya menjadikan momok para wali murid Indonesia sebagai mangsanya, khusnya konsumen buku.

Karena itu ia menghimbau pemerintahan baru harus bisa memberikan pendidikan yang baik bagi bangsa Indonesia dan membuat standardisasi pendidikan dan memperbaiki SDM para guru dalam hal memberikan pelajaran yang baik bagi murid.

“Yang belum bisa bisa di lakukan sejak dulu adalah membina para guru, kurikulum sudah ada, infrastruktur sudah ada, tinggal gurunya saja yang perlu di benahi lagi,” ungkapnya.

Daniel juga mengatakan di dalam kepemerintahan ini harus segera di bentuk dewan guru dan kelompok orangtua wali murid agar semua elemen guru dan para wali murid juga bisa faham akan program pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.*/Khuluq

K

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dosen dan Mahasiswa Balikpapan Tolak Keberadaan Imigran Syiah
Tulisan selanjutnya Perwakilan DPRD Jabar Hadiri Pelatakan Batu Pertama Pondok Tahfidz Al Kautsar Cibinong

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?