Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Hari Ibu dan Si Penebar Maut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2010 19:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tanggal 21 Maret, dikenal sebagai Hari Ibu di kawasan Timur Tengah. Jamaknya, hari spesial itu dirayakan dengan suka cita. Namun tidak demikian bagi sebagian ibu Palestina. Pada hari itu mereka menangis menahan derita, karena anak-anak mereka banyak yang ditangkap, dipenjara, disiksa dan dibunuh Zionis Israel.

Seseorang membuat catatan pada Hari Ibu tahun ini.

***

Dua tahun lalu, abang saya mengunjungi seorang temannya yang tinggal di pengungsian. Ketika pulang kembali, wajahnya pucat dan terlihat sangat sedih. Saya bertanya apa yang terjadi. Katanya, dia tidak bertemu dengan temannya, karena kawan baiknya itu telah dibunuh beberapa hari sebelum abang mengunjunginya.

Ketika abang mengetuk pintu, tidak ada yang ditemui, kecuali seorang ibu yang terlihat lemah, di dalam sebuah rumah tanpa perabot, yang terletak di tengah-tengah kamp pengungsian.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Saya tidak sanggup berlama-lama di sana. Setiap detiknya seakan meremukkan hati ini,” kata abang.

Ibu yang lemah itu selalu terbayang-bayang putranya yang dibunuh oleh Zionis Israel yang menyamar. Kemudian terbayang pula nasib keempat putra lainnya yang berada di dalam penjara Israel.

Hari Ibu berlalu, dan saya teringat ibu yang malang itu. Ibu malang yang tidak memiliki siapa-siapa untuk menolong putra-putranya. Di luar sana ada ribuan ibu Palestina, yang menunggu detik demi detik kesempatan untuk berjumpa dengan putra-putri tercinta, yang dikurung dalam penjara.

Pasukan Israel memiliki sebuah unit khusus penyamaran yang dikenal dengan nama “Dovdovan”. Unit ini terdiri dari orang-orang muda yang terlatih dan bersenjata, yang menghadapi demonstran Palestina tak bersenjata. Mereka bisa berbicara dengan bahasa dan dialek Palestina asli, yang digunakan untuk mengelabui dan berpura-pura menjadi bagian dari demonstran. Mereka tersebar di mana-mana.

Setiap ada kerumunan demonstran Palestina, mereka pasti berkeliaran di dalamnya. Mengamati, mencari informasi, menangkap dan juga membunuh targetnya, terutama para pemimpin demonstran. Penyamaran mereka bisa beraneka macam, mulai dari berpura-pura menjadi pria renta, hingga pekerja sosial PBB dan wartawan.

Beberapa waktu terakhir, ketika ketegangan di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi memanas, serta aksi menentang pembangunan pemukiman semakin marak, unit penyamaran Israel bertambah sibuk. Mereka giat mencari orang-orang Palestina yang mampu memobilisasi para demonstran, dengan tujuan melumpuhkannya selamanya.

Saya pernah melihat aksinya. Sulit untuk mengenali mereka, hingga akhirnya terungkap secara tidak sengaja, atau setelah mereka membunuh targetnya.

Target tidak hanya dibunuhi oleh para penyusup. Jika kalian melihat televisi yang menyiarkan demonstrasi orang Palestina, maka mungkin kalian pernah melihat polisi anti huru-hara Israel. Lihatlah dengan seksama, di setiap sekelompok pasukan, ada sniper di antara mereka. Perhatikan tayangan-tayangan itu, maka akan terlihat ada anggota pasukan yang membawa senjata khusus dilengkapi dengan teropong.

Ketika unit penyamaran beraksi mencari informasi di antara kerumunan orang Palestina, para penembak jitu memperhatikan kerumunan melalui teleskopnya. Mereka biasanya berada di tempat-tempat yang tinggi dan agak tersembunyi. Mungkin kalian akan melihatnya secara kebetulan di televisi, atau ada kamerawan pemberani yang sengaja menyorot mereka.

Begitulah, saat demonstrasi berlangsung, tiba-tiba jatuh korban di kalangan pemuda Palestina. Yang seakan-akan lumrah, sebagai bagian dari aksi demonstrasi. Selanjutnya kalian akan mendengar IOF membentuk komite penyelidikan. Mereka belagak sibuk menyelidiki insiden yang terjadi. Mungkinkah penyelidikan mereka bisa dipercayai, setelah apa yang mereka lakukan di Shabra Shatilla, di Jalur Gaza dan lainnya?

Hari ini, empat anak Palestina dibunuh, dua di antaranya belum lagi genap berusia 16 tahun. Jika kalian tertarik mengetahui berapa jumlah anak-anak dan pemuda yang telah dibunuh, maka hitunglah, buatkan statistik data mereka. Maka kalian akan mengetahui berapa banyak anak-anak dan pemuda Palestina tak berdosa telah dibunuh.

Kemarin saya melihat seorang anak diadili di pengadilan Israel, setelah seminggu bocah itu ditahan dan disiksa tentara-tentara Zionis. Usia anak itu masih 13 tahun. Dan dia ditangkap satu pekan sebelumnya bersama adiknya yang baru berusia 9 tahun!

Sampai kapan kalian akan terus mempercayai Zionis Israel, yang selalu membuat kebohongan nyata dan membunuhi anak-anak dan orang-orang tak berdosa. [di/ptl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dengan Fikih Almaun, Muhammadiyah Jawab Problem Bangsa
Tulisan selanjutnya “Kisah Dakwah di Bawah Langit Hong Kong”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

Berita
4 Oktober 2026 13:54
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?