Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adian Luncurkan Novel “Cinta Kebebasan yang Tersesat”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2010 13:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dr Adian Husaini, penulis produktif buku-buku pemikiran Islam meluncurkan sebuah novel baru. Buku berjudul; “KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat”, dilaunching hari Sabtu, 9 Oktober 2010 besuk, pukul 19.00 WIB, di arena Indonesia Book Fair, Istora Senayan Jakarta.  

Agak berbeda dengan novel-novel sastra lainnya, KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat”, yang mengambil setting di sebuah pesantren besar di Jawa Timur itu, banyak berisi dialog seru tentang pemikiran Islam.

Novel “KEMI”  berkisah tentang dua orang santri cerdas yang berpisah jalan. Kemi (Ahmad Sukaimi), santri pertama, terjebak dalam paham liberalisme. Ia mengkhianati amanah Sang Kyai. Kemi salah pilih teman dan paham keagamaan. Ujungnya, ia terjerat sindikat kriminal pembobol dana-dana asing untuk proyek liberalisasi di Indonesia. Nasibnya berujung tragis. Ia harus dirawat di  sebuah Rumah Sakit Jiwa di Cilendek, Bogor.

Ini merupakan kisah perang pemikiran santri pesantren menghadapi era global. Dua orang sahabat baik ini akhirnya “pisah” oleh sebuah ideologi pemikiran. Seorang tetap Istiqomah memegang akhlak dan Islam, satunya justru “menjual” Islam, mengkritik al-Quran  justru setelah ia kuliah di sekolah Lintas Agama dan mengenal HAM.

Rahmat, santri kedua, selain cerdas dan tampan, juga tangguh dalam “menjinakkan” pikiran-pikiran liberal. Rahmat disiapkan khusus oleh Kyai Aminudin Rois untuk membawa kembali Kemi ke pesantren.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meskipun misi utamanya gagal,  Rahmat berhasil “mengobrak-abrik” jaringan liberal yang membelit Kemi. Sejumlah aktivis dan tokoh liberal berhasil ditaklukkan dalam diskusi.

Prof. Malikan, rektor Institut Studi Lintas Agama, tempat Rahmat dan Kemi kuliah, ditaklukkan Rahmat di ruang kelas.  Siti, seorang aktivis kesetaraan gender, putri kyai terkenal di Banten, terpesona oleh kesalehan, kecerdasan, dan ketampanan Rahmat. Siti sadar dan bertobat, kembali ke orang tua dan pesantrennya, setelah bertahun-tahun bergelimang dengan pikiran dan aktivitas liberal. Rahmat juga berhasil menyadarkan Kyai Dulpikir, seorang Kyai liberal terkenal di Jawa Barat. Sang Kyai bertobat dan wafat di ruang seminar.

Kecintaan Siti dan Rahmat pada dunia pendidikan dan dakwah membawa mereka pada keputusan pahit: sepakat untuk berpisah dan tidak mengikatkan diri dalam satu tali perkawinan, meskipun mereka saling mencinta.   

Bisa dikatakan, Novel ini sarat dengan pergulatan pemikiran tingkat tinggi dan pergulatan jiwa dan pikiran para aktivis liberal.

Sementara itu, sastrawan Taufiq Ismail, mengatakan, ini sebuah novel antitesa “Film Berkalung Surban” yang dinilai mencitrakan buruk dunia pesantren.

“Setelah wajah pesantren dicoreng-moreng dalam film Perempuan Berkalung Sorban, novel Adian Husaini ini berhasil menampilkan wajah pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang ideal dan tokoh-tokoh pesantren yang berwawasan luas, sekaligus gigih dalam membendung gelombang liberalism,” ujar Taufiq Ismail.

Bisa dikatakan, ini bukan Novel biasa! Novel ini sarat dengan pergulatan pemikiran tingkat tinggi dan pergulatan jiwa dan pikiran para aktivis liberal.

Meski kisah cerita ini memiliki banyak kesamaan dengan tokoh dan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat, Adian menampik secara halus bahwa cerita yang ada dalam novel nya adalah asli.

“Namanya juga fiksi. Jika ada kemiripan cerita, bisa saja itu terjadi,”  ujarnya kepada hidayatullah.com. [ad/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Piagam Madinah Harus Jadi Acuan Masyarakat Madani
Tulisan selanjutnya Syekh Wohaibi Kembali Terpilih Sebagai Sekjen WAMY

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah

Berita
3 Agustus 2026 15:20
Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Terbaru

  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?