Hidayatullah.com—Ribuan warga Inggris berunjuk rasa untuk menentang keputusan pajak baru atas keluarga yang memiliki rumah dengan jumlah kamar tidur lebih.
Dilansir The Guardian dari Press Association Sabtu (16/3/2013), penyelenggara mengatakan sekitar 12.000-13.000 orang turun ke jalan meskipun cuaca dingin mencekam di 52 kota di seluruh Inggris guna memprotes “pajak kamar tidur”.
Berdasarkan kebijakan pemerintah dalam reformasi bidang kesejahteraan, setiap rumah yang memiliki jumlah kamar lebih atau kamar cadangan akan dikenai biaya tambahan sebesar £728 setiap tahun.
Kebijakan ini diperkirakan mempengaruhi 660.000 orang jika mulai diterapkan bulan depan, meskipun pemerintah koalisi pekan ini mengumumkan peraturan dikecualikan bagi keluarga asuh, dan orangtua yang memiliki anak dewasa yang berdinas di kemiliteran.
Dr Eoin Clarke aktivis yang memimpin unjuk rasa nasional itu mengatakan, “rencana kejam” tersebut akan mengenai warga yang rentan.
“Peraturan itu menghukum orang-orang cacat, orangtua tunggal, orang yang sedang sakit, tentara yang sedang bertugas di garis depan, serta para orangtua asuh atau angkat yang memiliki anak asuh lebih dari satu orang,” paparnya.
“Kebanyakan pendukung Partai Konservatif tidak mendukung pajak kamar tidur ini dan saya yakin orang banyak yang resah,” katanya.
“Ini bukan masalah aliran kanan atau kiri, ini masalah benar atau salah,” imbuhnya.
Mengomentari pengecualian yang diumumkan pemerintah, Clarke berkata, “Langkah balik mereka tidak akan berhasil, hanya dengan membatalkan rancangan undang-undang itu tuntutan kami terpenuhi.”
Pada 30 Maret mendatang diperkirakan semakin warga ikut berunjuk rasa di London, Edinburgh, Glasgow dan Cardiff.
Sementara itu di Dundee, Partai Liberal Demokrat Skotlandia mendesak pemerintah segera menindaklanjuti kebijakan itu. Partai ini satu-satunya yang secara terbuka mendukung “pajak kamar tidur”.
Jenis pajak ini menjadi sangat ironis, mengingat pada saat yang sama orang-orang kaya justru mendapatkan potongan pajak dan libur pajak.*