Hidayatullah.com—Badan intelijen dalam negeri Amerika Serikat FBI mengalami kemunduran dramatis sebab pengadilan federal memerintahkan agar praktek pengaksesan data pribadi warga tanpa izin pengadilan dengan alasan keamanan dihentikan.
Hakim di pengadilan federal California memerintahkan pemerintah Amerika Serikat agar berhenti mengeluarkan apa yang disebut dengan “surat keamanan nasional”.
Hakim Susan Illston berpendapat, surat yang muncul sejak peristiwa serangan 9/11 dengan dasar undang-undang keamanan negara Patriot Act itu, tidak konstitusional dan pihak-pihak yang mengeluarkan surat itu melanggar hak-hak dasar warga negara yang dijamin oleh Amanden Pertama, lapor The Guardian Jumat (15/3/2013).
Surat keamanan negara itu (National Security Letter) dijadikan surat sakti oleh aparat keamanan AS untuk mengobok-obok informasi rahasia setiap warga negaranya dengan alasan keamanan nasional. Tahun 2012 saja lebih dari 16.000 NSL dikeluarkan FBI untuk memeriksa data pribadi orang-orang yang dicurigai terkait dengan kejahatan terutama terorisme. Data yang diperiksa antara lain catatan finansial -termasuk transaksi perbankan, internet dan telepon milik 7.000 orang Amerika.
Tidak hanya itu, penerbitan NSL disertai dengan perintah diam bagi mereka yang datanya diperiksa. Mereka tidak boleh mendiskusikan NSL yang diterima ke orang lain atau publik.
Lebih parah lagi, NSL tidak dikeluarkan atas izin pengadilan yang selama ini berwenang untuk mengeluarkan surat penggeledahan atau pemeriksaan atas properti pribadi warga. NSL dikeluarkan asal ada lampu hijau dari pejabat FBI.
Perusahaan-perusahaan telekomunkasi yang dalam kasus itu diwakilkan oleh Electronics Frontier Foundation -organisasi nirlaba yang membela hak publik dalam dunia digital-mengatakan bahwa keputusan pengadilan itu membuktikan adanya cacat konstitusional dari NSL.
Direktur EFF Cindy Cohn menambahkan, keputusan pengadilan itu juga menyoroti perlindungan Amandemen Pertama atas publik dari kekuasaan intelijen pemerintah.
“Dasar hukum NSL sudah lama menjadi perhatian banyak orang Amerika dan langkah kecil ini harus dapat membantu menyeimbangkan antara kebebarasan dan keamanan,” ujarnya.
FBI mendapat waktu 90 hari untuk mengajukan banding atas keputusan hakim ini.*