Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

40 Orang Indonesia Punya Kekayaan Rp600 Triliun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Desember 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di tengah kemiskinan yang mendera sebagian besar penduduk Indonesia, ternyata ada 40 orang Indonesia terkaya di Indonesia dan dunia. Majalah Forbes merilis kekayaan 40 orang itu mencapai US$71 miliar atau lebih dari 600 triliun. Meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar US$42 miliar.

Kakak beradik, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono masih mempertahankan posisi teratas sebagai orang terkaya Indonesia. Harta bersih dua bersaudara ini mencapai US$11 miliar atau hampir Rp100 triliun.

Mereka mewarisi kekayaan dari ayahnya sebagai produsen rokok kretek terbesar di Indonesia, yakni Djarum dari Kudus, Jawa Tengah. Kini sebagian besar kekayaan mereka berasal dari PT Bank Central Asia, bank terbesar ketiga di Indonesia dan masuk jajaran perusahaan menakjubkan versi majalah Forbes.

“Hebat juga orang-orang kita itu. Bagus dong. Ini kan dapat meningkatkan daya saing kita,” tandas ekonom Aviliani, saat dihubungi Terbit, Jumat (3/12), di Jakarta.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, menilai, kemajuan dan kesuksesan pengusaha-pengusaha Indonesia, juga ditopang oleh kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah, meski profil-profil orang-orang terkaya ini benar-benar pengusaha.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Di negara manapun, pemilik modal dan pemilik kekuasaan saling membutuhkan dan saling mendukung. Lihat saja saat pemilihan pejabat, pasti ada sokongan dana dari pemilik modal. Imbasnya, pemerintah memberikan kemudahan pada pemilik modal itu,” katanya.

Apalagi di negara seperti Indonesia, yang gaji pejabat negaranya masih rendah dibanding negara lainnya. Pasti butuh dukungan dari pemilik modal. “Istilahnya tidak ada makan siang gratis atau tidak ada bantuan yang tanpa pamrih,” tukasnya.

Meski begitu, tidak semua pengusaha Indonesia begitu. Ada beberapa yang memang murni hasil perjuangan sendiri, tambahnya.

Aviliani mengemukakan, pengusaha-pengusaha domestik itu harus diapresiasi oleh pemerintah. Mereka sukses dan menjadi orang terkaya bukan karena mendapatkan fasilitas atau kemudahan dari pemerintah.

“Sejak zaman reformasi, tidak ada tuh fasilitas-fasilitas dari pemerintah untuk pengusaha-pengusaha domestik. Yang diperhatikan malah pengusaha-pengusaha luar negeri,” tandasnya.

Ke depan, kata Avi, pemerintah harus memberikan fasilitas-fasilitas kepada pengusaha domestik untuk bergerak di industri pabrikan, seperti garmen. Industri pabrikan ini dapat menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga mengurangi angka pengangguran yang hingga kini masih menjadi masalah yang belum tertangani.

“Misalnya memberikan insentif PBB gratis, atau insentif pajak-pajak lainnya. Tidak adanya insentif semacam ini pengusaha kita lebih cenderung bergerak di industri retail daripada pabrikan. Kalau pun ada, ya… yang kecil-kecil,” tambahnya.

Orang-orang terkaya versi Forbes itu, menurutnya, jangan dinilai apriori dan negatif. Seolah-olah kekayaan dan kesuksesan mereka itu diraihnya tanpa ‘usaha’. Jangan juga dituding tidak berpihak pada orang miskin. Kemiskinan itu tanggung jawab pemerintah, bukan orang-orang terkaya itu. “Saya yakin pengusaha-pengusaha domestik itu juga tidak melupakan orang-orang miskin di sekitarnya,” ujarnya.

Dalam rilis majalah Forbes itu, urutan pertama, jatuh pada pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono. Orang paling kaya di Indonesia ini, total kekayaannya senilai US$11 miliar.

Dalam daftar itu terdapat tujuh pendatang baru dengan total kekayaan lebih dari US$8 miliar. Salah satu di antaranya Kiki Barki, pengusaha tambang batu bara melalui PT Harum Energy Tbk.

Kiki adalah salah satu dari lima konglomerat batu bara yang untuk pertama kali masuk dalam daftar 40 teratas orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Kiki Barki mencapai US$1,7 miliar.

Namun, yang terkaya dari semua pendatang baru adalah Sri Prakash Lohia, penduduk asli India yang menjadi warga negara Indonesia. Ia mengendalikan bisnis produsen poliester terbesar di Indonesia, Indorama Synthetics. Kekayaan yang dihimpun Lohia tercatat sekitar US$2,65 miliar.

Pada Juli 2007, majalah Globe Asia juga menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 37,8 triliun. Selain Djarum, Robert dan Michael merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia, sekitar 47,15 persen. Selain rokok, grup Djarum juga memiliki bisnis pusat perbelanjaan, menara perkantoran, residence, dan hotel. [tbt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerapan Syariat Islam di Aceh Menurun
Tulisan selanjutnya Daftar 40 Orang Terkaya Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?