Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Berpikir Sehat Sumber Segala Kebahagiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 April 2013 11:55 11:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 April 2013 11:55
Bagikan
Bagikan

BEBERAPA waktu lalu, umat Islam sempat dihebohkan oleh ulah lima orang siswi sebuah sekolah di Sulawesi Tengah yang tanpa rasa bersalah mempermainkan gerakan shalat dengan musik dan joget-joget.

Mungkin itu hanya sebuah keisengan, tetapi tidak mungkin orang yang bisa berpikir sehat terbesit pikiran untuk berbuat iseng yang di luar kewajaran.

“You are what you talk”, artinya orang akan berkata dan bertindak sesuai dengan isi pikiran dan pemahaman hatinya. Manakala pikiran dan hatinya tidak sehat, bisa dipastikan, ucapan dan tindakannya akan keluar dari kewajaran bahkan kebenaran.

Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya menyaring apa yang layak dilihat, didengar, dan diperhatikan. Tentu atas landasan Islam, bukan persepsi pribadi.

Selektif Melihat Hiburan

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Peristiwa siswi SMU ini lebih tepat jika kita jadikan ibrah dengan berharap para pelaku menyadari kekeliruannya dan berusaha untuk menjadi Muslimah yang sholehah. Ada adagium berkata seperti ini, “Kebatilan yang ditayangkan berulang-ulang, pada akhirnya akan menjadi kebenaran”.

Dahulu, jangankan memakai rok mini, menggunakan celana panjang saja seorang perempuan sudah sangat malu. Karena budaya kala itu umumnya kaum perempuan menggunakan rok panjang. Tetapi saat ini sudah tidak masalah. Maka seketika budaya masyarakat pun sebagian mulai berubah, sudah tidak sedikit perempuan yang ‘gemar’ menggunakan rok mini.
Apa penyebab pergeseran atau tepatnya perubahan budaya seperti itu? Tidak lain adalah karena hiburan; film, musik, sinetron, konser, dan lain sebagainya.

Seorang Muslim yang sering melihat hiburan tanpa selektif, bisa dipastikan akan mengalami pergeseran cara berpikir. Apalagi kalau hal itu dilakukan sejak kecil. Di sinilah mungkin satu sebab utama terjadi, mengapa masih banyak kaum Muslimah yang belum bersegera berhijab.
Selain itu juga berita. Media massa sekarang, umumnya kurang begitu memperhatikan aspek etika. Asalkan populer maka akan ditayangkan.

Tidak berhenti di situ, di mana ada komunitas remaja yang bergaya ala berita populer itu pun media makin ramai ‘membicarakan’.

Ketika dilihat oleh orang dewasa, mungkin berita ringan semacam itu tidak begitu berpengaruh. Tetapi bagi seorang remaja, berita itu bisa menjadi sebuah tuntunan. Buktinya, coba perhatikan gaya berjoget lima siswi yang iseng mempermainkan gerakan sholat. Mustahil mereka bisa berjoget seperti itu jika tidak sering melihat gerakan yang serupa.

Tetapi inilah dunia sekarang, kata almarhum da’i sejuta ummat, Zainuddin MZ, sekarang dunia sudah terbolak-balik. “Tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan,” ujarnya.

Rasulullah pernah bersabda, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya. “ (HR. Ahmad).

Artinya, orang meniru itu karena ada ketertarikan. Nah, siapa tertarik apa atau siapa, berarti hati dan pikirannya sama. Dalam konteks seperti itu, seorang Muslim bisa melakukan apa yang disukainya tanpa peduli dengan aturan agama.

Di sini tugas para orangtua, guru dan tokoh masyarakat mengingatkan kaum remaja agar selektif dalam melihat hiburan, sehingga mereka tidak tertarik pada hal-hal yang bisa merusak agama dan kepribadiannya. Di samping itu juga harus memberikan pengertian dan pemahaman mana hiburan yang boleh dilihat dan mana yang tidak. Apalagi, perkembangan teknologi akan semakin canggih dan massif.

Di sisi lain, remaja zaman sekarang, relatif tidak begitu mengerti soal agama. Dalam 24 jam, nyaris sisa waktu di luar sekolah umumnya digunakan untuk nonton, browsing, chatting, dan lain sebagainya. Sama sekali belum ada indikasi yang menunjukkan ada minat belajar yang tinggi kaum remaja terhadap ajaran agamanya sendiri, Islam.

Perdalam Pemahaman Keislaman

Satu-satunya cara agar generasi muda kita selamat dari berpikir, berbicara dan bertindak tidak wajar adalah dengan cara memperdalam pemahaman keislaman. Inilah yang dibuktikan sejarah.

Mengapa seorang Ali bin Abi Thalib tumbuh menjadi ilmuwan yang diakui Nabi. Tidak lain dan tidak bukan karena semangat belajar keislaman yang sangat tinggi.

Begitu pula dengan Ibn Abbas. Mengapa pemuda belia itu selalu diajak Khalifah Umar bin Khathab dalam setiap musayawarah untuk mengambil keputusan strategis, tidak lain karena kualitas Ibn Abbas yang sangat expert dalam kajian al-Qur’an.

Remaja yang seperti itu pasti tidak akan tertarik untuk melihat hiburan yang tidak mendidik. Selain akan merusak konsentrasi juga mengurangi ketajaman berpikir dan kebeningan hati. Jangankan sengaja melihat hal-hal yang mempertontokan aurat, sekilas melihat saja pengaruhnya sudah sangat merusak.

Pernah Imam Syafi’i bertutur bahwa dirinya tidak sengaja melihat betis seorang wanita. Seketika hafalan al-Qur’annya terganggu. Bayangkan, jika remaja kita setiap hari nonton hal-hal yang merusak kebeningan hatinya. Jangankan melihat aurat sekedar banyak makan saja, minat belajar akan terganggu, konsentrasi akan melemah dan daya pikir semakin berkurang.

Imam Syafi’i tidak pernah makan kenyang selama 16 tahun. Pernah sekali makan kenyang seumur hidup, itu pun sangat disesalinya. Sementara kalau kita melihat televisi, internet, dan berbagai macam media lainnya, kita disuguhi berbagai macam iklan supaya banyak makan, banyak main, beli ini, beli itu. Akhirnya lupa ibadah, enggan membaca al-Qur’an.

Ketika seseorang sudah mulai longgar dalam hal ibadah, membaca al-Qur’an juga sudah mulai enggan dan ogah-ogahan, maka saat itu bisa dipastikan, cara berpikirnya sudah pasti akan terganggu alias kurang sehat.

Jika tidak segera diperbaiki, kemudian justru semakin banyak melihat hal-hal yang tidak menyehatkan akal dan hati, bisa dipastikan jiwa seorang Muslim akan sakit terus menerus. Inilah yang banyak menimpa anak-anak remaja kita. Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan, mari perdalam pemahaman keislaman kita dan hindarilah hiburan yang merugikan iman.*/Imam Nawawi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Email Warga Asing Bakal Diperksa di Bandara Israel
Tulisan selanjutnya Menara Masjid Kuno di Aleppo Hancur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?