Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Februari 2024 03:47 3:47 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Februari 2024 04:00
Bagikan
Bagikan

DALAM dunia marketing ada istilah “gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.” Nampaknya hal itu bukan sekedar candaan, sebab pada kenyataannya, semua hal baik tidak ada yang bisa dicapai tanpa perencanaan yang baik.

Daftar isi
  • Amalan-amalan Sya’ban “Pemanasan” Menuju Ramadhan
    • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Sayyidina Ali berkata, “Kebenaran yang tidak diorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang diorganisir.”

Ungkapan Khalifah ke empat itu bisa kita maknai bahwa sekalipun Ramadhan akan menyapa kehidupan kita, jika tidak ada upaya mengorganisir diri dengan sebaik-baiknya, maka kesia-siaan bukan tidak mungkin akan banyak mewarnai puasa kita sebulan penuh. Alasannya jelas, memang tidak ada perencanaan. Jadi, bagaimana mungkin bisa meraih kemenangan?

Terlebih Ramadhan bukan saja momentum bagi kita yang benar-benar ingin meningkatkan iman dan taqwa. Ramadhan juga menjadi momentum emas para pencari dunia, di antaranya adalah media massa, terutama televisi yang sangat gencar mengemas beragam program tontonan yang seringkali menjadikan kita lupa dan lalai bahwa kita sedang berada di bulan puasa, sehingga nyaris waktu tersedot untuk menonton dan membicarakan tayangan-tayangan yang menyita perhatian kita sendiri.

Belum lagi, kala nanti memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, bombardir iklan sangat luar biasa, yang jika kita termasuk orang yang tidak punya niat dan benar-benar ingin beri’tikaf bukan tidak mungkin akan menjadi sasaran empuk para pelaku pasar. Belum lagi ‘rayuan’ dari istri dan anak yang sudah barang tentu teriak-teriak belanja untuk lebaran.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!
Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

Oleh karena itu, memasuki Sya’ban sangat elok jika segera menyusun perencanaan. Sebab, tanpa tantangan budaya seperti di atas, Rasulullah sejak dini telah menjadikan Sya’ban sebagai bulan persiapan.

Persiapan Rasulullah

Bagaimana Rasulullah melakukan persiapan Ramadhan di bulan Sya’ban bisa kita lihat dari bagaimana beliau menata atau mengorganisir aktivitasnya. Pertama, aktivitas jiwa. Kedua, persiapan aktivitas raga, yang pada hakikatnya semua bersumber dari kekuatan iman.

Persiapan jiwa meliputi memperbanyak doa dan mengingat-ngingat Ramadhan dan keutamaannya.

Sedangkan persiapan aktivitas beliau lakukan dengan memperbanyak puasa sunnah dan memperbanyak tilawah Al-Qur’an.

Memperbanyak Puasa

Terkait memperbanyak puasa Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits lain menyebutkan bahwa Rasulullah melakukan itu agar dirinya benar-benar siap menyambut dan mengisi Ramadhan.

Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau memperbanyak puasa seperti yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban?’

Rasulullah menjawab, “Karena seringkali pada saat itu, pada bulan antara Rajab dan Ramadhan, orang-orang lali, padahal saat itulah, di bulan itu, seluruh amalan manusia disapaikan kepada Rabbul ‘Alamin. Maka aku sangat senang bila ketika amalanku disampaikan kepada Allah Ta’ala, aku sedang dalam keadaan berpuasa.” (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Meningkatkan Tilawah Al-Qur’an

Anas bin Malik radhiyallahu anhu bertutur, “Jika datang bulan Sya’ban, kaum muslimin memendamkan muka mereka pada mushaf-mushaf Al-Qur’an untuk membacanya, dan mereka mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, agar kaum dhuafa dan miskin menjadi kuat dalam menghadapi bulan Ramadhan.”

Tidak bisa kita pungkiri, tilawah Qur’an bukanlah perkara mudah, terlebih bagi mereka yang sudah terbiasa tenggelam dalam aktivitas mencari nafkah dan tidak menyempatkan diri membaca kitab suci.

Hal serupa juga terjadi di masa lalu, dimana seorang ulama pernah ditanya oleh seseorang yang sudah lama tidak membaca Al-Qur’an. Begitu dia kembali ingin membaca, ia tak mampu membaca kecuali hanya beberapa ayat saja. Sang ulama menyarankan agar orang itu melawan perasaannya. Begitu ia mengamalkan kembali tilawah Qur’an dengan tertib dan disiplin, ia berkata, “Aku sangat ingin terus membacanya, aku belum merasakan perasaan seperti itu sebleumnya.”

Memperbanyak doa

Berdoa adalah wujud keinginan jiwa kemantaban hati akan sesuatu. Jadi, berdoa untuk bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan bukan hal yang salah. Meskipun dalam beberapa ulasan, ada perbedaan pendapat mengenai redaksi doa yang digunakan oleh Rasulullah. Tetapi, pada prinsipnya, berdoa itu baik dan itu bagian dari ibadah.

Mengingat-ingat Keutamaan Ramadhan

Ramadhan memang bulan diwajibkannya umat Islam berpuasa, namun Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan.

Ramadhan bulan Al-Qur’an. Ramadhan bulan dimana pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Di bulan Ramadhan juga ada satu malam istimewa, yakni malam Lailatul Qadar. Selain itu Ramadhan adalah bulan dimana amalan sunnah dinilai setara wajib dan setiap kebaikan yang diamalkan akan mendapat balasan berlipat ganda langsung dari Allah Ta’ala.

Terlepas dari apapun, mari jadikan Sya’ban sebagai bulan penempaan diri seutuhnya, sehingga Ramadhan nanti Allah anugerahkan kita iman dan taqwa yang akan terus menyala-nyala di dalam dada sampai ajal tiba. Wallahu a’lam.*

Baca juga:

Amalan-amalan Sya’ban “Pemanasan” Menuju Ramadhan

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doaHeadlineramamdhanSya'ban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Jaringan Pondok Pesantren Alumni Gontor Deklarasi Dukung Pasangan AMIN
Tulisan selanjutnya Google, Microsoft dan Amazon Buka Kantor di Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah shalat kepada belasan mualaf di Sekolah Mualaf Indonesia (SMI) Jalan Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Berita

Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat

Berita
4 Agustus 2026 14:56
Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza

Terbaru

  • Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
  • Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
  • Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri
  • Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
  • Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
  • Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi
  • Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina
  • PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung Lebih dari 3.000 Peserta Muktamar Ke-35 NU
  • SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
  • Dua Puluh Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memerintahkan Umatnya Memuliakan Orang Tua

29 Agustus 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?