Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

“Jagal Srebrenica” Bantah dalangi Pembantaian Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Mei 2011 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan panglima militer Serbia Bosnia, Jenderal Ratko Mladic menyatakan tidak memerintahkan pembantaian 8000 warga Muslim Bosnia tahun 1995, kata putranya Darko Mladic.

Darko mengeluarkan pernyataan bantahan satu hari sebelum ayahnya mengajukan banding untuk melawan putusan yang menyerahkan dia ke mahkamah kejahatan perang di Den Haag, Belanda.

Darko Mladic berbicara setelah membesuk ayahnya di sel tahanan pengadilan kejahatan perang Serbia.

”Dia mengatakan apa pun yang dilakukan di Srebrenica, dia tidak terlibat,” kata Mladic.

”Dia menyelamatkan begitu banyak wanita, anak-anak dan pejuang… Perintahnya pertama-pertama adalah mengevakuasi orang yang terluka, wanita, dan anak-anak dan kemudian pejuang. Siapa pun yang melakukan di belakangnya, dia tidak terlibat,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rezim pengkhianat

Jasad ratusan korban pembantaian Srebrenica diidentifikasi oleh tim internasional.
Pernyataan Mladic yang disampaikan putranya tersiar ketika massa pendukung sang jenderal akan mengadakan demonstrasi di ibukota Serbia, Beograd, untuk menyuarakan penentangan mereka atas penahanan Mladic dan kemungkinan dia diekstradisi.

Demonstrasi hari Ahad akan berlangsung di luar gedung parlemen di Beograd.
Kelompok ultrakanan 1389 mengajak pendukungya ”memperlihatkan kepada rezim pengkhianat ini bahwa kita tidak takut dengan ancaman dan penindasan mereka dan kita siap membela para pahlawan Serbia”.

Hari Sabtu (28/5), pengacara Jenderal Mladic, Milos Saljic mengatakan kliennya tahu dia akan diserahkan kepada pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag.
Saljic mengatakan akan mengajukan banding hari Senin, setelah pengadilan menetapkan Mladic dalam kondisi yang layak untuk diekstradisi.

Bagi sebagian warga Serbia, jagal pembantaian Muslim Bosnis ini tetap pahlawan nasional.

Dia ditangkap di desa Lazarevo, sekitar 80km utara Beograd, Kamis dini hari.
Aparat Serbia berjanji untuk memburu orang-orang yang membantu dia lolos dari deteksi.

Jaksa kejahatan perang Serbia Vladimir Vukcevic mengatakan kepada AFP, ”Dengan menyembunyikan Mladic, mereka menimbulkan kerugian serius bagi negara ini. Menyembunyikan buron dari pengadilan Den Haag adalah kejahatan serius.”

Sebagaimana diketahui, tragedi Srebrenica 11 Juli 1995 ditengarai menyebabkan sekitar 8000 umat Muslim dibantai secara kejam oleh Serbia, dibawah pemerintahan penjahat perang Slobodan Milosevic.

Sementara itu, lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Serbia selama peperangan berlangsung, dan sekitar 20.000 Muslimah menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Serbia.

Pembantaian Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia selama perang Balkan yang berlangsung pada tahun 1992-1995 oleh dunia disebut sebagai kejahatan perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II.

Pembantaian 8.000 lelaki dan remaja Muslim di Srebrenica terjadi karena ketidakmampuan pasukan Belanda yang diberi mandat PBB untuk menjaga kamp pengungsi di Srebrenica. Setelah pasukan Serbia berhasil menguasai Srebrenica, mereka mulai memisahkan laki-laki berusia 12-77 tahun untuk diinterogasi, yang sebenarnya awal dari pembantaian terhadap warga Muslim. Selama lima hari, pasukan Serbia dipimpin Jenderal Ratko Mladic dengan bantuan pasukan paramiliter Serbia yang dikenal sebagai pasukan Scorpion, dan dengan leluasa melakukan pembantaian terhadap lelaki dewasa dan anak-anak lelaki Muslim.
Pembantaian kini menjadi salah satu dakwaan utama terhadap Jenderal Mladic. Hari

Kamis (26/5) ia ditahan setelah hidup dalam pelarian selama sekitar 16 tahun. *

Foto: Jenderal Mladic, saat berkuasa dan sesudah ditangkap

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rohaniawan Katotik: Kampanye Kondom Perburuk Persoalan
Tulisan selanjutnya Komnas PT: Perokok Indonesia Terbesar Ketiga Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?