Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200 [Bagian ke-2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 April 2010 21:04 9:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2010 21:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dengan ditemukannya struktur molekul DNA di tahun 1953, maka dimulailah pengkajian baru di bidang evolusi molekuler. Teknologi maju memungkinkan pembacaan urutan satuan molekul pembentuk rantai DNA, RNA dan protein. Hal ini membuat para ilmuwan perintisnya bersemangat dan yakin bahwa temuan-temuan di bidang ini bakal membuktikan kebenaran pohon silsilah evolusi makhluk hidup rekaan Darwin. Para ilmuwan itu bertumpu pada anggapan yang sederhana: semakin dekat kekerabatan dua spesies makhluk hidup maka semakin miriplah urutan rantai DNA, RNA dan protein keduanya.

Anggapan Darwin salah

Awalnya penelitian itu berjalan baik. Namun lambat laun, semakin banyak temuan yang didapatkan, maka semakin jelaslah bahwa pohon evolusinya Darwin semakin tidak terbukti, alias khayalan semata. Misalnya, pohon silsilah evolusi sejumlah spesies yang didasarkan pada urutan rantai RNA ternyata tidak cocok dengan pohon silsilah evolusinya yang didasarkan pada susunan rantai DNA.

Tidak hanya itu, anggapan dasar Darwin bahwa sifat-sifat bawaan makhluk hidup diturunkan hanya secara vertikal saja, yakni makhluk hidup menurunkan sifat-sifatnya hanya kepada keturunannya saja, ternyata juga keliru. Dengan semakin banyaknya susunan gen-gen yang berhasil tersekuensi (terbaca), maka semakin jelaslah bahwa pandangan Darwin itu salah sama sekali.

“Terdapat pertukaran informasi genetis tanpa pilih antar kelompok-kelompok yang beraneka ragam, kata Michael Rose, pakar biologi evolusi di University of California, AS, sebagaimana dikutip majalah iptek pro-evolusi New Scientist, 21 Januari 2009.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Ilmuwan menamakan pertukaran informasi genetis antar spesies makhluk hidup ini sebagai pemindahan gen secara horisontal, Horizontal Gene Transfer (HGT). HGT seringkali terjadi pula antar kelompok yang sangat berbeda secara taksonomi. HGT tidaklah diketahui di masa Darwin, di mana sarana penelitian ilmiah sangatlah kuno dan terbelakang. Kini HGT diketahui ilmuwan sebagai pemeran penting dalam pertukaran informasi genetis.

Tanggapan ilmuwan evolusionis

Kalangan evolusionis memiliki tanggapan beragam, namun mereka sepakat bahwa pohon evolusinya Darwin sudah tidak absah lagi secara ilmiah. Tapi karena dogma yang diyakini buta, sebagian tampak sulit mengakui bahwa evolusi hanyalah skenario khayalan yang tidak ada di alam nyata. Contohnya adalah Eric Bapteste, pakar biologi evolusi di Pierre and Marie Curie University, Paris, Prancis yang berujar:

“If you don’t have a tree of life, what does it mean for evolutionary biology?… At first it’s very scary… but in the past couple of years people have begun to free their minds… The tree of life was useful… It helped us to understand that evolution was real. But now we know more about evolution, it’s time to move on.”

[Jika Anda tidak memiliki pohon kehidupan, apa itu artinya bagi biologi evolusi?… Awalnya hal itu sangatlah menakutkan… namun dalam beberapa tahun silam orang telah mulai membebaskan pikiran mereka…. Pohon kehidupan tersebut [dulu] berguna… [Pohon] itu [dulu] membantu kita memahami bahwa evolusi adalah nyata. Tapi sekarang kita tahu lebih banyak mengenai evolusi, ini saatnya untuk melangkah ke depan]

Michael Syvanen, Biologiwan asal University of California, Davis, AS, berpendapat mirip, “Kita telah menghancurkan pohon kehidupan tersebut. Ia bukan lagi sebuah pohon. Ia adalah sebentuk jalinan yang secara keseluruhan berbeda.”

Michael Rose bahkan punya tanggapan yang lebih terbuka lagi, katanya:

“The tree of life is being politely buried, we all know that… What’s less accepted is that our whole fundamental view of biology needs to change.”

[Pohon kehidupan itu sedang dikubur dengan sopan, kita semua tahu itu…. Apa yang kurang diakui adalah bahwa keseluruhan pandangan mendasar kita tentang biologi perlu diubah]

Demikianlah, penuturan jujur Rose itu mengisyaratkan betapa sulit bagi penganut dogmatis teori evolusi untuk meninggalkan cara pandang lama tentang ilmu biologi, atau tepatnya cara pandang terhadap hidup dan kehidupan yang terkungkung rapat oleh tempurung teori evolusi.

Sudah jelas bahwa tumbangnya pohon kehidupan Darwin adalah sebuah isyarat ambruknya pokok-pokok ajaran mengenai makhluk hidup dan kehidupan yang didasarkan pada teori evolusi. Ini karena pohon silsilah evolusi kehidupan rekaan Charles Darwin adalah pilar utama yang tanpanya teori evolusi tidak akan pernah muncul, sebagaimana dinyatakan sendiri oleh New Scientist:

“The tree-of-life concept was absolutely central to Darwin’s thinking, equal in importance to natural selection, according to biologist W. Ford Doolittle of Dalhousie University in Halifax, Nova Scotia, Canada. Without it the theory of evolution would never have happened.”

[Gagasan pohon kehidupan itu mutlak penting bagi pemikirannya Darwin, sepenting seleksi alam, menurut pakar biologi W. Ford Doolittle dari Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia, Kanada. Tanpanya teori evolusi tidak akan pernah terjadi]

Apa artinya? Dengan ambruknya pohon silsilah evolusi ini, maka teori evolusi sebenarnya sudah terbukti memang tidak ada dan tidak pernah terjadi dalam kenyataan di alam. Singkat kata, teori evolusi adalah khayalan murni, sebagaimana khayalnya pohon silsilah evolusi kehidupan itu sendiri. (bersambung). [wwn/newscientist/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Utang Indonesia Bertambah 18 Juta USD
Tulisan selanjutnya PM Inggris Benarkan “Serangan” ke Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?