Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Eropa Khawatir Kebijakan Privasi Baru Google

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2012 13:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kebijakan baru tentang privasi layanan Google yang baru menimbulkan kekhawatiran di kalangan lembaga perlindungan data Eropa tentang legalitasnya.

Belum lama ini Google mengubah kebijakannya dalam pengumpulan data pengguna dan membagikannya ke seluruh layanan mereka, termasuk YouTube, Google+ dan Gmail.

 “Pada masa sekarang, saat orang menggunakan layanan Google –mereka kemungkinan menggunakan berbagai macam layanan berbeda, yang mereka cari adalah pengalaman indah tanpa kendala. Mereka hanya menginginkan layanan itu bisa dipakai. Jadi apa yang kami lakukan adalah memadukan layanan-layanan berbeda yang memberikan jawaban dan hasil lebih baik, memberikan informasi yang lebih baik kepada para pengguna kami,” kata Peter Baron wakil dari Google. kutip Euronews (01/03/2012).

Regulator perlindungan data Prancis menyatakan keranguannya yang sangat tentang legalitas pengumpulan informasi pribadi dari seluruh layanan Google. Perusahaan raksasa itu bahkan sudah dua kali menolak permintaan Eropa agar Google menunda kebijakan privasi baru tersebut.

Nick Pickles, dari kelompok pemantau kebijakan privasi di dunia maya, mengatakan, “Ada masalah serius tentang bagaimana perusahaan-pereusahaan harus mematuhi peraturan dari regulator saat mereka bermasalah, khususnya perusahaan seperti Google di mana Anda tidak membayar untuk layanan yang diberikannya. Ingat, karena Anda tidak membayar, maka Anda bukan pelanggan, (justru) Anda adalah produknya.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Google mengklaim, dengan mengurangi 60 panduan menjadi satu, maka semua menjadi lebih sederhana bagi penggunanya.

Itu artinya, bagi Google, iklan penjualan yang sangat menguntungkan dapat dilakukan sesuai dengan data aktivitas pribadi seseorang di internet.

Menurut pimpinan Komisi Kehakiman Uni Eropa Viviane Reding, kebijakan baru Google itu melanggar peraturan Eropa mengenai transparansi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Ikhwan Libya Siap Bentuk Partai Politik
Tulisan selanjutnya Jadikanlah Kami Bersama Penerobos Benteng…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?