Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Meneg PP: Akses Perempuan di Ranah Publik Tentukan Kualitas Keluarga

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 18 Juli 2012 09:23
Bagikan
Kaum perempuan di parlemen/ foto: Rol
Bagikan

Hidayatullah.com–Perbaikan kualitas keluarga perlu dilihat dari berbagai sisi. Salah satunya adalah meningkatkan akses perempuan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga dan publik. Namun pada ranah publik, akses perempuan dalam pengambilan keputusan dalam konteks politik masih belum memuaskan.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar dalam acara “Kongres Keluarga Indonesia”, di Jakarta, Selasa,  (17/07/2012).

Menurut Linda, akses perempuan telah meningkat sekitar 18 persen dalam Pmilu tahun 2009. Sebelumnya, di Pemilu 2004 hanya 11 persen, tandasnya.

Linda mengatakan tingginya tingkat perempuan dalam pengambilan keputusan akan berdampak pada kualitas perempuan baik di dalam keluarga maupun di ranah publik.

Berbicara kualitas keluarga Indonesia, tentu akan berbanding lurus dengan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jadi kalau perempuan tidak diberdayakan tentu saja kualitas sumber daya manusia kita akan rendah,” tambahnya.

Wanita kelahiran 1951 ini mengatakan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan memiliki tugas pokok untuk merumuskan kebijakan yang terkait dengan perbaikan keluarga berkualitas. Hal itu terkait dengan perempuan, kesetaraan gender dan perlindungan anak.

“Keluarga yang berkualitas diindikasikan di mana hak perempuan dan hak laki-laki, juga hak anak perempuan dan hak anak laki-laki dapat dipenuhi dan dihargai beserta kewajibannya masing-masing,” paparnya.

Hal itu dapat terwujud ketika tidak adanya tindak kekerasan terkait fisik, psikis, dan ekonomi.  Juga adanya keharmonisan dalam mengeluarkan pendapat serta terlibat di dalam pengambilan keputusan.

“Oleh karena itu pemerintah telah menetapkan program pengarustamaan gender di dalam pembangunan jangka menengah nasional 2010-2014,” tegasnya.*

Pengarusutamaan Gender Pemaksaan Ideologi

Sementara itu, pernyataan Meneg Perempuan tersebut direspon secara kritis oleh Henri Shalahuddin. Peneliti MIUMI bidang gender ini menilai baik tidaknya suatu kebijakan publik tidak diukur dari jenis kelamin pembuat kebijakan tersebut.

“Koruptor dari laki-laki dan perempuan itu banyak. Margaret Thatcher (Mantam PM. Inggris) dijuluki Iron Lady yang di eranya memerangi Argentina,” tegasnya kepada hidayatullah.com.

Ia menilai gagasan pengarusutamaan gender adalah pemaksaan ideologi jenis kelamin sebagai asas tunggal pembangunan.

“Inilah jika kekuasaan mendahului keilmuan,” ujarnya.* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPP Perempuan PKS Gelar Kongres Keluarga Indonesia
Tulisan selanjutnya Satu Lagi Lomba Menyanyi Ramaikan Jagad Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Berita
30 Juni 2026 16:35
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?