Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MIUMI Beri Dukungan Moral Pemuda Penggerak Anti Pluralisme

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 17 Agustus 2012 08:45
Bagikan
Kaos "Pluralisme?Injak Saja!" milik Underground Tauhid, propaganda anti JIL
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim, Lc menyampaikan dukungan moralnya kepada para punggawa dakwah di kalangan pemuda, terkait kasus kritik dan cacian Rudolf Duthe, mantan manager grup band Superman Is Dead (SID) terhadap komunitas #IndonesiaTanpaJIL karena sebuah kaos bertuliskan “Pluralisme? Injak Saja!”.

Secara khusus, Fahmi menyampaikan rasa salut  kepada anak-anak muda yang kreatif dalam gerakan melawan paham sekularisme, liberalism dan pluralism agama.

“Bagus, berarti gerakan dakwah kalian diperhitungkan. Jangan patah semangat. Terus mencerdaskan umat dengan mensosialisasikan kesesatan paham liberal dan masyarakatkan semangat anti Pluralisme Agama,” jelas anggota Majelis Ulama Indonesia ini kepada hidayatullah.com, Kamis (16/08/2012).

Seperti diketahui, kaos “Pluralisme?Injak Sana!” menjadi pembicaraan hangat di komunitas underground, merupakan kaos buatan komunitas Underground Tauhid. [baca juga: Tersinggung Kaos “Pluralisme”, Mantan Manajer SID, Layangkan Surat Terbuka]

Komunitas Underground Tauhid adalah gerakan dakwah remaja. Gerakan dakwah ini fokus pada pembinaan keislaman kalangan anak jalanan dan komunitas underground.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Fahmi, para pembela pluralisme sejak dulu sebenarnya memiliki kasus yang sama. Kesamaan itu adalah gagal pahamnya mereka untuk membedakan antara pluralitas dan pluralisme. Di Islam sendiri diajarkan kasih sayang dan kesiapan hidup di antara masyarakat yang beranekaragam. Karena itu, menyatakan Islam tidak bisa menerima perbedaan adalah hal yang salah dan keliru, ujarnya.

“Al-Qur’an itu selalu siap berdialog dengan perbedaan kenyakinan. Al-Qur’an hadir untuk meluruskan dan sesuai fitrah ia menyempurnakan semua kenyakinan yang ada,” jelas lelaki lulusan Al Azhar Mesir ini.

Fahmi juga menerangkan bahwa berbeda antara pluralitas dan pluralisme, yang sering tidak dipahami orang. Islam sangat mendukung pluralitas (perbedaan dan keragaman). Siap hidup dalam perbedaan kenyakinan, menghargai mereka yang Kristen dan Yahudi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan ibadah umat Islam.

“Dari jaman Rasulullah kita sudah hidup berdampingan dengan para Nasrani dan Yahudi. Itukan bukti nilai toleransi dalam Islam itu sudah ada sejak lama. Jadi jangan ajarkan lagi kami ini mengenai itu (toleransi dan pluralitas),” jelasnya lagi.

Hanya saja, pluralitas dan pluralism itu dua hal berbeda. Pluralitas adalah konsep hidup penuh toleransi. Di mana seorang Muslim dianjurkan hidup menghargai perbedaan dengan mereka yang berbeda kenyakinan. Sementara pluralism itu, paham pemaksaan yang mencampur-adukkan akidah dan keyakinan.

“Pluralisme itu pemaksaan kehendak berlabel perbedaan. Di mana di setiap pelakunya harus mengakui pencampuradukan akidah. Ini jelas sudah merusak nilai toleransi itu sendiri,” tambah tokoh muda Muhammadiyah ini.

Gagasan-gagasan pembelaan terhadap pluralisme seperti pada kasus Rudolf Duthe ini adalah reaksioner yang dinilai dangkal. Menurutnya, argumentasi seperti Rudolf tidak lebih ingin mengaburkan aplikasi kebenaran dan membuat toleransi itu sendiri tercederai. Pasalnya Rudolf sendiri tidak bisa dibilang memiliki kapasitas intelektualitas dalam menguasai permasalahan ini.

Terakhir Fahmi mengingatkan kepada para penggerak baik di komunitas Underground Tauhid maupun di komunitas #IndonesiaTanpaJIL untuk tidak menyerah menghadapi semua serangan-serangan pemikiran. Ini adalah resiko dakwah, dan inilah nikmatnya memilih berdiri membela Islam. Fahmi juga menyarankan untuk tidak perlu meladeni berlarut-larut hal-hal seperti itu. Ia juga meminta kepada anak-anak muda tetap fokus pada pekerjaan-pekerjaan dakwah yang jalannya masih sangat panjang dan berliku-liku.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tersinggung Kaos “Pluralisme”, Mantan Manajer SID, Layangkan Surat Terbuka
Tulisan selanjutnya Kemerdekaan Indonesia Atau Kemerdekaan Amerika?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?