Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga AS yang Tewas di Libya dalam Misi Intelijen

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 16 September 2012 07:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu dari empat warga negara Amerika Serikat yang tewas di Libya awal pekan ini merupakan anggota rombongan misi diplomatik yang ditugaskan Departemen Luar Negeri AS untuk mengumpulkan informasi intelijen terkait persenjataan berbahaya.

Glen Doherty, 42 tahun mantan anggota pasukan khusus angkatan laut AS Navy SEAL, hanya satu bulan sebelum kematiannya mengatakan kepada ABC News bahwa dirinya dikontrak oleh Departemen Luar Negeri AS untuk bepergian ke luar negeri dalam upaya menemukan lokasi dan memusnahkan MANPADS senjata dari darat ke udara yang ditembakkan dengan cara dipanggul di pundak. Pemerintah Amerika Serikat takut ribuan senjata berkekuatan besar itu akan jatuh ke tangan pemberontak ataupun pemerintah pasca rezim Muammar Qadhafi tumbang, lansir Russia Today (14/9/2012).

Di Libya, kata Doherty, dia telah dikontrak untuk berkeliling ke seluruh wilayah Libya mencari MANPADS, lalu merusaknya dengan sebuah palu atau melindasnya dengan mobilnya, lapor ABC News. Dia menjelaskan misinya itu kepada stasiun televisi tersebut pada bulan Agustus saat masih berada di AS.

Doherty tewas bersama tiga orang lainnya, termasuk Dubes AS untuk Suriah Christopher Stevens dalam peringatan peristiwa 9/11.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa ia akan menjadi korban lain dari 9/11,” kata saudara perempuan Doherty, Katie Quigley kepada Boston Globe. Di saat kematiannya, Quigley yakin Doherty “sedang melindungi duta besar dan menolong orang-orang yang terluka.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan komentar apapun tentang keterlibatan Doherty dalam upaya pemusnahan MANPADS, namun mengarahkan media pada pernyataan wakil menteri luar negeri untuk urusan politik-militer, Andrew Shapiro, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mencari “setiap alat yang mungkin bisa memicu ancaman.”

“Dia tewas saat bertugas bersama orang-orang yang diseganinya, melindungi kebebasan yang kita nikmati sebagai orang Amerika dan melakukan sesuatu yang dia cintai,” kata rekannya mantan anggota SEAL Brandon Webb kepada stasiun televisi Amerika NBC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaintelijenLibyaold migratesenjata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saharudin Daming: Tuduhan Pada Rohis adalah Pelanggaran HAM
Tulisan selanjutnya Demonstrasi Anti Amerika Pengaruhi Kampanye Capres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?