Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Aparat Harus Lakukan Otokritik ‘Proyek Perang Melawan Terorisme’

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Oktober 2012 07:30
Bagikan
Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar saat menjelaskan masalah HASMI
Bagikan

Hidayatullah.com—Klarifikasi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar tentang perbedaan antara organisasi masyarakat HASMI dan kelompok HASMI yang dirilis kepolisian terkait dugaan tindak terorisme mendapat tanggapan, pemerhati Kontra-Terorisme yang juga Direktur CIIA, Harits Abu Ulya.

Menurut Harits, klarifikasi itu sebagai langkah baik, sekaligus menunjukkan kecerobohan aparat, dalam hal ini Polri dan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88.

“Akhirnya Polri mengatakan HASMI yang ormas di Bogor berbeda dengan HASMI yang dituduh terkait teror. Ini contoh kecerobohan kedua dalam satu pekan yang dilakukan aparat dan Densus,” ujar Harits dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Rabu (31/10/2012).

Menurut Harits, tidak ada ceritanya ormas Islam di Indonesia indentik dengan gerakan teroris, jika ada maka itu adalah persepsi pihak luar terhadap ormas-ormas Islam.  Sebab jika dilihat dari  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) nya ormas-ormasi Islam manapun pasti tisak mendukung aksi terorisme, apalagi dikaitkan dengan label teroris. Jika ada, pasti itu hanya oknum anggotanya dan tidak bisa dijadikan dasar generalisasi untuk melabeli sebuah ormas.

“Bahkan jika oknum tesebut sejarahnya terkait dengan ormas tertentu, tetap saja tidak bisa di generalisir,” tambahnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih jauh Harits mendesak pemerintah, polisi atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  menjelaskan secara terbuka apa definisi teroris yang selama ini sering merekapakai.

“Kalau serius dan berani, berdasarkan definisi teroris yang diadopsi pemerintah, kenapa tidak pernah diumumakaan secara terbuka dan resmi. Mana ormas atau individu atau kelompok yang di cap teroris yang harus diberantas?” ujarnya.

Namun pasti itu tidak akan dilakukan, karena menurutnya, selama ini,  kata “teroris” selalu menjadi istilah sangat politis dan bisa dipakai sesuka-sukanya.

“Buktinya, sering pihak aparat tidak hati-hati dan ceroboh dengan menyebut kelompok tertentu. Seharusnya bisa dihindari karena itu membangun opini yang justru kontra produktif.”

Pemerintah dan aparat, harusnya terbuka dan jujur, apa latarbelakang munculnya terorisme, dan mengapa orang-orang Islam semua menjadi korban dan kambing hitam. Apakah setiap orang atau kelompok yang berhadapan dengan kepentingan imperialis Amerika Serikat (AS) dan status quo dengan ideologi sekuler maka bisa dicap “teroris” dengan berbagai cara dan rekayasa?, ujar Harits .

Dua HASMI berbeda kepanjangan

Sebelumnya, hari Senin (29/10/2012), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar membenarkan ada perbedaan antara organisasi masyarakat HASMI dan kelompok HASMI yang dirilis kepolisian terkait dugaan tindak terorisme.

“Jadi berbeda. Kami berkeyakinan berbeda tidak berkait. Kami tidak ingin terjebak dengan hal nama, kelompok. Tapi lebih fokus pada apa yang mereka perbuat, apa yang mereka rencanakan. Karena nama ini bisa menyesatkan, mengelabui, pemanfaatan orang-orang tertentu untuk tujuan-tujuan tertentu,” kata Boy seusai menerima perwakilan Ormas HASMI di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta.

Pernyataan Polri disampaikan usai kedatangan perwakilan HASMI pun memang untuk mengklarifikasi soal pemberitaan adanya terduga “teroris” baru bernama HASMI.

“Kami ormas resmi. HASMI bukan yang dimaksudkan oleh pemberitaan tersebut,” kata Ketua DPP HASMI Dr Muhammad Sarbini.

Menurut Sarbini, ada kemiripan nama antara ormas yang dipimpinnya dan kelompok teror tersebut. Perbedaannya terletak pada singkatan. Ormas HASMI adalah Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami. Sedangkan kelompok teror HASMI yang dirilis polisi adalah Harakah Sunny untuk Masyarakat Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTdensusold migratepolisisalah tangkap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandy Menghajar New York Hingga Lumpuh
Tulisan selanjutnya Institut Islam Cetak Imam Muslim Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?