Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bantu Mereka Agar Sembuh

sahid
Terakhir diupdate:
sahid
Dipublikasikan 23 Mei 2013 13:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Malam itu adalah malam yang tak terlupakan bagi Hartoyo.  Dia digerebek warga karena kedapatan sedang tidur bersama pasangan homoseksnya. Keduanya lalu dipukuli, kemudian diangkut ke Polsek Banda Raya, Banda Aceh.

Jika warga memukuli serta mencemooh Hartoyo dan pasangannya, yang dilakukan polisi kepada keduanya jauh lebih sadis lagi. Hartoyo mengisahkan, saat itu 7 orang polisi di kantor Polsek memaksa mereka telanjang dan mempraktekkan hubungan keji tersebut di bawah todongan senjata.

Selain dipukuli, polisi juga memaksa pasangan Hartoyo untuk mengencingi kepalanya. Peristiwanya terjadi pada 21 Januari 2007, dan disidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh pada akhir 2008. Keempat terdakwa divonis telah melakukan tindak pidana ringan dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda seribu rupiah.

Tentu saja Hartoyo berang dengan vonis tersebut. “Itu salah satu alasan saya membuat LSM LGBT  (Ourvoice). Untuk mengedukasi publik, dan rasa ketidaksetujuan. Rasa kebencian jangan diluapkan dengan cara-cara mempermalukan orang di depan publik,” kata Hartoyo, yang juga Ketua LSM homoseks Ourvoice.

Seorang mantan gay, Dedi Prasetyawan mengatakan, perlakuan berlebihan terhadap pelaku homoseksual akan melahirkan aktivis-aktivis homo yang militan seperti Hartoyo. Katanya, jika saat itu hukum ditegakkan dan dijelaskan kepadanya, bahwa hukuman dilakukan untuk menghapus siksaan di akhirat, Hartoyo tidak akan seperti sekarang ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sayangnya, saat itu polisi lebih mengedepankan rasa jijiknya dan main hakim sendiri melampaui kewajiban mereka,” kata mantan gay yang tinggal di Surabaya ini.

Bulan Juli lalu, Hartoyo mengecam pernyataan Pempinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, yang menolak Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender karena dinilai memberi peluang legalisasi pernikahan sesama jenis.

“Jangan kambinghitamkan homoseksual untuk menolak RUU Kesetaraan Gender,” katanya waktu itu. Bersama lembaganya, Hartoyo termasuk ke dalam pihak yang mendukung RUU KKG.

Klinik Rehabilitasi

Menurut mantan Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, RUU KKG tidak relevan untuk mengatasi persoalan homoseksual. Menurutnya, kaum homoseks seharusnya mendapat terapi sosial atau direhabilitasi agar kembali menjadi manusia normal.

“Perlu ada penyembuhan psikososialnya,” kata Hasyim kepada Hidayatullah di Ponpes Al-Hikam, Depok, Jawa Barat. [baca juga: Jadi Gay Itu Pilihan, Bukan Takdir!]

Hasyim menambahkan, negara ikut bertanggungjawab terhadap makin marak dan beraninya kaum homoseks karena telah membiarkan mereka eksis di tempat umum dan di media massa.
“Seharusnya negara membuat klinik (untuk) itu, bukan membuat undang-undang,” kata Hasyim.

Psikolog Rita Soebagjo mengatakan, yang paling utama untuk merehabilitasi homoseks adalah menanamkan persepsi homoseksual bisa disembuhkan. Mengapa persepsi itu harus dikuatkan, karena dunia psikologi saat ini mengadopsi teori Born That Way. Artinya, jika seseorang dilahirkan homoseks, ya, terima saja.

Terapi lainnya, kata Rita, adalah terapi kejut listrik. Yakni penderita homoseks diberikan alat kejut listrik untuk mengubah rasa nikmat menjadi rasa sakit setiap dia berfantasi bersama sesama jenis. Dengan cara itu fantasinya akan hilang karena membayangkan sakit disetrum.
Kata Rita, terapi itu mendapat pro-kontra di kalangan psikolog. Tapi Rita beralasan, semua terapi perilaku memang menyakitkan. Dan, orang homoseks tidak bisa berlindung di balik prikemanusiaan.

“Jadi, apa pun terapi akan menyakitkan karena dia bertentangan antara fisik dan psikisnya,” kata Rita menjelaskan.

Mantan gay asal Bandung, Zemarey Albakhin mengingatkan, agar tidak menghina dan mencaci kaum homo. “Itu menyakitkan dan sudah menjadi hukuman tersendiri,” kataya.
Dia berpesan kepada para orangtua, jika menemukan tanda-tanda “lain” pada anak, dekaplah ia dengan kasih sayang dan konsultasikan kepada yang berkompeten.

Kepada para dai dan masyarakat, dia juga meminta agar tidak hanya mengutuk dan ancaman masuk neraka, tetapi juga membantu mereka sembuh dari penyakit mental penyimpangan seks itu.*

Redaktur: sahid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gayhomoseksualold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jurus Sehat Ala Rasulullah (3)
Tulisan selanjutnya Jelang Ramadhan, Penjualan Perlengkapan Shalat Laris Manis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?