Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Ingin Negeri Seperti Apa Kita?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2015 21:28 9:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2015 21:28
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

ALAM ini sudah diciptakan olehNya dalam kondisi seimbang, manusia hanya dilarang untuk mengganggu keseimbangannya dan sebaliknya  diperintahkan untuk menegakkan/menjaga keseimbangannya  (QS 55:7-9).

Dengan apa kita bisa ikut menjaga keseimbangan itu? Salah satunya adalah dengan menanam pohon. Dengan tingkat teknologi yang ada sekarang ini, mestinya sudah bisa dihitung berapa pohon yang harus ditanam untuk setiap jiwa manusia dan dari jenis apa pohon-pohon tersebut.

Untuk mengetahui berapa pohon yang harus ditanam untuk mengimbangi kebutuhan oksigen dan makanan kita misalnya, kita dapat mendekatinya dengan proses photosynthesis berikut:

Proses Photosynthesis

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0
Photosynthesis1
Untuk setiap molekul glucose (C6H12O6), dibutuhkan enam molekul carbon dioxide (CO2) dan 6 molekul air (H2O)

Untuk setiap molekul glucose (C6H12O6), dibutuhkan enam molekul carbon dioxide (CO2) dan 6 molekul air (H2O). Setiap menghasilkan satu molekul  glucose, photosynthesis juga menghasilkan  6 molekul oksigen (O2) – oksigen yang diproduksi oleh pepohonan secara kontinyu ke udara inilah yang kita butuhkan untuk aktivitas pernafasan kita.

Pohon-pohon yang sudah besar, dia bisa dengan mudah menghasilkan lebih dari 100 kg oksigen per tahun. Tetapi untuk pernafasannya, manusia membutuhkan sekitar 9.5 ton udara per tahun, dari sini sekitar 23 %nya adalah oksigen – dan dari oksigen yang kita hirup tersebut – kurang lebih hanya 1/3-nya yang diserap tubuh kita.

Artinya rata-rata manusia membutuhkan sekitar 730 kg oksigen setiap tahunnya. Bila ini dikonversikan ke jumlah pohon yang harus ada untuk men-supply kebutuhan oksigen kita , dibutuhkan rata-rata 7 pohon untuk setiap jiwa.

Di jaman kakek-nenek kita, jumlah pohon tersebut tidak menjadi masalah karena manusianya jauh lebih sedikit dan pohonnya jauh lebih banyak. Di jaman kita masalah itu mulai terasa manakala manusia terus bertambah banyak sedangkan jumlah pohonnya justru berkurang.

Masalah yang serius akan terjadi pada generasi anak cucu kita kelak, bila kita tidak segera menanam pohon itu saat ini. Anda yang memiliki tiga orang anak kini, kemudian masing-masing anak punya dua anak lagi misalnya – maka di generasi cucu Anda  sudah ada 6 jiwa – yang perlu perimbangan setidaknya 42 pohon.

Dan pohon yang seharusnya kita tanam ini juga bukan sembarang pohon.

Melalui Al-Qur’an Allah sudah mengindikasikan tentang pohon-pohon yang seharusnya ditanam. Negeri yang baik (Baldatun Thoyyibah) digambarkanNya sebagai negeri dua kebun (di mana-mana kebun) dan kebunnya terdiri dari kebun yang menghasilkan makanan (QS: Saba’ [34]:15).

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS: Saba’ [34]:15).

Sebaliknya di ayat lanjutannya, negeri orang-orang berpaling ternyata juga masih negeri yang hijau karena disitu masih ditumbuhkan pepohonan. Yang membedakan dengan negeri yang baik adalah di negeri yang orang-orangnya berpaling – buah dari pepohonan yang ditanam tidak bisa dimakan (QS: Saba’ [34]:16).

Dengan menggunakan kacamata Al-Qur’an demikian ini, akan dengan mudah dan terang benderang kita bisa mengukur, negeri seperti apa negeri kita ini? Bisa saja sepanjang jalan kanan kiri kita masih pepohonan hijau – tetapi adakah kita makan buahnya?

Bayangkan sekarang bila setiap jiwa kita menghadirkan 7 pohon, dan setiap pohonnya menghasilkan buah (carbohydrate) yang enak dimakan 100 kg saja perpohon – akan ada 700 kg bahan pangan per jiwa , bukan hanya kita mendapatkan cukup oksigen, tetapi juga cukup makan.

Jika kita buat gerakan untuk menanam tujuh pohon buah (buah apa saja) setiap jiwa misalnya, maka selain menjaga pemenuhan kebutuhan oksigen dan makanan untuk kita – kita juga bisa berharap kelak negeri kita ini menjadi negeri baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur.

Selama kita masih rajin menanam pohon yang tidak dimakan – apalagi kalau sudah tidak lagi gemar menanam, maka darimana kita bisa berharap menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur? Lha wong prasyarat fisiknya saja untuk menjadi negeri kebun di mana penduduknya makan cukup dari kebun itu – belum terpenuhi! Wallahu A’lam.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Jokowi Akan Resmikan Hari Santri Nasional
Tulisan selanjutnya Sambut Hari Anak China Babat Situs Porno, Klenik dan Kekerasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?