Hidayatullah.com–Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr. Hamid Fahmy Zarkasi mengatakan bahwa ada 3 kesalah fatal yang dilakukan artis seperti Tio Pakusadewo dan yang kelompok suka meremehkan fatwa lembaga ulama.
“Pertama, ada kesalahan ilmu, kedua kebodohan mengenai masalah fikih dan ketiga adanya arogansi,” kata ulama yang kerap disapa Gus Hamid kepada hidayatullah.com, Ahad (02/08/2015) pagi.
Padahal, urusan halal dan haram itu domain para ulama yang menguasai hukum Islam, bukan domain masyarakat umum, apalagi artis. [Baca: Gus Hamid: Halal-Haram Domain Otoritas Keilmuan, Bukan Aktor Selebritis]
Saat dikonfirmasi apakah pernyataan-pernyataan Tio itu hanya sebuah sensasi yang ingin ia ciptakan, Gus Hamid dengan tegas menjawab jika itu bukanlah sebuah sensasional melainkan pelecehan terhadap agama.
“Itu sensasi tidak lucu. Menurut saya itu nggak sensasional. Dan itu suatu pelecehan menurut saya. Dia bisa dituntut di pengadilan. Itu pelecehan terhadap agama,” tegas Gus Hamid.
Gus Hamid menyarankan kepada Tio Pakusadewo supaya tidak berbicara mengenai agama jika tidak mengerti soal agama. Sebab, tegasnya, dalam Islam bagi orang-orang yang tidak mengerti agama maka diperintahkan untuk menyerahkan semuanya kepada ahlinya. [Baca: Tio Pakusadewo Disarankan Belajar Agama Daripada Haramkan MUI]
Belum lama ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu tidak sesuai syariah.
Namun seorang aktor selebriti, Tio Pakusadewo mempertanyakan fatwa MUI soal BPJS. Sebagaiaman dikutip tribunnews.com, Jum’at (31/07/2015).
“Bagaimana kalau saya mengharamkan MUI di Indonesia? MUI itu manusia semua isinya, emang mereka Nabi,” ujar Tio saat ditemui di Kedai Filosofi Kopi, kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum’at (31/07/2015).
Namun menurut Gus Hamid, saat ini banyak muncul orang tak paham agama dan ilmu justru mengomentari orang yang ahli dalam bidang hukum Islam.
“Pesan saya bagi yang tidak mengerti agama itu tidak usah berbicara mengenai agama. Di dalam Islam, orang-orang yang tidak mengerti maka serahkan semuanya kepada ahlinya ilmu. Itu saja,” pungkas Gus Hamid.*