Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adi Sasono: Bangsa yang Tergantung Asing Bukan Bangsa Terhormat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 September 2015 08:40 8:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2015 08:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Belum lama ini masyarakat Indonesia dikagetkan dengan kabar masuknya jutaan pekerja asing dari China ke Indonesia yang dinilai akan menggusur mata pencaharian penduduk pribumi.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM era Kabinet Reformasi Pembangunan, Adi Sasono, menilai itu hanyalah kasusistis meski secara umum undang-undang negara kita melarang.

“Mungkin ada satu kasus khusus di industri itu yang persyaratan datangnya modal maka diadakan kesepakatan bahwa untuk pekerja-pekerjanya pun harus datang dari China,” kata Adi Sasono kepada hidayatullah.com di kantornya Senin (07/09/2015) lalu.

Jika ditilik dari logika investor, kata Adi, hal itu memang masuk akal. Toh dengan demikian, pekerja lapangannya tidak perlu lagi dilatih. Kalau yang bekerja orang Indonesia, maka pimpinan investor harus belajar bahasa Indonesia dulu. Meski demikian, kasus seperti ini tidak bisa dibiarkan.

“Hemat saya, itu bukan gejala umum. Tapi kalau dibiarkan bisa menjadi umum,” tegas tokoh penggerak koperasi yang juga Ketua Umum Coop Indonesia Foundation ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Adi, masuknya pekerja asing ke Indonesia, ini adalah kasus jadi harus diwaspadai. Tetapi, lanjut Adi, jangan diterima sebagai sebuah gejala umum.

“Prinsip kita, kita harus mengutamakan pekerja untuk bangsa kita sendiri dan kebijakan itu ada di seluruh dunia. Negara manapun tidak akan membiarkan pekerjaan untuk bangsa sendiri diambil oleh bangsa asing,” imbuhnya.

Ditambahkan dia, kita mempunyai semua syarat untuk menjadi bangsa yang mandiri. Kita energi ada, energi bawah tanah ada. Di atas tanah ada. Kita punya uranium, ada gas, ada minyak. Kurang apa. Orang lain hanya panen sekali setahun. Kita panen sampai dua tiga kali setahun, demikian kata Adi.

“Jadi masalahnya kita kurang fokus dalam membangun kedaulatan ekonomi nasional. semua tergantung asing. Akhirnya kedaulatan politik juga terpengaruh. Pembuatan undang-undang akhirnga juga mengikuti kepentingan modal besar dan asing,” tegas Adi Sasono.

Disebutkan Adi bahwa masalah kemandirian adalah masalah harga mati yang harus dibangun supaya kita bisa membangun kehormatan kita sebagai bangsa.

“Bangsa yang tergantung asing bukan bangsa yang terhormat. Padahal tujuan kita adalah menjadi bangsa yang bermartabat,” pungkasnya.

Bincang-bincang lebih jauh hidayatullah.com dengan Adi Sasono ini dapat juga diikuti pembaca melalui tayanyan video di kanal Hidayatullah TV.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adi Sasosoasingchinakedaulatanpekerja asing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan Umum Hidayatullah: “Katakan La Ilaha Illallah Kita Pasti Menang”
Tulisan selanjutnya Ubah Peraturan Gereja, Paus Fransiskus Percepat Proses Pembatalan Pernikahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?