Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Negeri 2 Kiblat di Kampung Jawa Yang Jauh [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2016 13:44 1:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2016 13:44
Bagikan
Muslim Suriname
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Di sinilah peran SIS di bawah pimpinan MR Henry. Pria yang fasih berbahasa Jawa ini kini cukup aktif berperan dalam dakwah di serambi masjid.

Di Suriname, umumnya masjid memiliki serambi yang letaknya di samping masjid. Serambi tak ubahnya pusat pendidikan keislaman dan dakwah bagi masyarakat. .

Ketiga, semangat keislaman di tengah masyarakat Amerika Latin

Dulu, sangat jarang bisa ditemui di Suriname muslimah yang berjilbab. Sekarang, sudah tampak muslimah-muslimah Suriname yang berjilbab. Namun di sisi lain, tidak dipungkiri jauhnya Suriname dari Negara-negara Islam rupanya cukup berpengaruh bagi pola fikir masyarakat.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Salah satu buahnya, pakaian yang terbuka biasa dikenakan sebagaimana halnya wanita Amerika Latin. Buah lainnya, semangat belajar Islam di kalangan generasi muda sangat rendah. Mr Henry memberi contoh, kalau di Indonesia untuk kuliah di Madinah yang daftar banyak, seleksinya ketat. Berbeda di Suriname, cari satu orang saja yang mau belajar ke Madinah itu susah.

Mereka berfikir, kalau sekolah di Madinah atau belajar agama Islam, ke depan mau kerja apa?

Oleh karenanya, beliau sangat berharap adanya da’i-dai Indonesia yang pergi berdakwah ke sana. Saat ini memang ada sejumlah da’I dari Indonesia yang di sana, bahkan ada yang sudah sampai 30 tahun di sana. Tapi tidak banyak.

Keempat, meskipun telah turun temurun lebh dari 1 abad mereka meninggalkan tanah kelahiran, tapi mereka masih menjaga bahasa asli mereka, bahasa Jawa.

Selain bahasa Suriname sebagai keseharian dan Bahasa Belanda sebagai bahasa komunikasi resmi di media, Bahasa Jawa masih eksis sebagai bahasa komunikasi diantara mereka. Justru bahasa Indonesia mereka tak faham.

Belakangan, generasi muda sudah mulai banyak yang tidak tahu bahasa Jawa. Setidaknya, kesamaan bahasa ini memungkinakan pada da’I Indonesia yang fasih berbahasa Jawa untuk berdakwah di sana tanpa kendala bahasa yang berarti.

Mr henry menambahkan, kalau untuk bahasa Suriname itu mudah. “Kalau sudah ke sana, InsyaAllah sebulan bisa,” tambahnya dengan harap. Labbaika ya Suriname!.*diceritakan Mr Henry Soeharto pada M Adnan Fairuz   (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaislamJawaka'bahkiblatSuriname
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI: Perilaku LGBT Bahayakan Tumbuh Kembang Anak
Tulisan selanjutnya Raja Salman, Amir Qatar Raja Salman: Kita Bela Negara Muslim dan Menolak Campur Tangan Urusan Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?