Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pasca Kematian Siyono Tak Wajar, Konas Minta Jokowi Tinjau Ulang Densus

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Maret 2016 07:36 7:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Maret 2016 08:00
Bagikan
Aksi Komunitas Nahimunkar Solo (Konas) yang berlangsung Selasa (15/03/2016) pukul 14.00 di Bundaran Gladag Solo
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan aktivis yang tergabung dalam Komunitas Nahimunkar Solo (Konas) meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi),  meninjau ulang keberadaan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Polri.

Alasannya, Densus 88 selama ini telah banyak menembak mati orang tanpa adanya keputusan pengadilan. Menurut para aktivis, tercatat ada 118 orang ditembak mati tanpa ada putusan pengadilan yang jelas, dan peristiwa terakhir menimpa Siyono, warga Muhammadiyah yang meninggal dunia dalam keadaan luka-luka bekas penyiksaan.

“Karena merupakan pelanggaran berat Hak Azasi manusia (HAM), sehingga tidak ada pilihan lain kecualai membubarkan Densus 88,” jelas Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Konas, Abu Daud dalam rilisnya.

Menurut Abu Daud, desakan pembubaran  dilandasi keinginan untuk melindungi seluruh bangsa Indonesia. Ketika Densus 88 menangkap seseorang, dalam kurun waktu 7 X 24 jam, sering disertai dengan tindak kekerasan berupa penganiayaan serta tekanan fisik dan psikhis yang mengakibatkan luka ringan, berat, luka permanen ataupun trauma.

Aksi berlangsung Selasa (15/03/2016) pukul 14.00  di Bundaran Gladag Solo.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Orasi dilanjutkan  acara pembacaan surat tuntutan kepada presiden Jokowi dibacakan oleh Surowijoyo tentang 11 fakta tentang densus 88.

11 pertimbangan itu menurut Konas,; Densus 88 disponsori dan dilatih negara Barat untuk kepentingan Amerika dan Australia dalam memerangi aktivis muslim dan gerakan Islam di Indonesia.

Target operasi Densus 88 sebagian besar adalah ulama dan aktivis masjid, Densus 88 mengabaikan asa praduga tak bersalah, Densus  sering menembak mati seseorang yang statusnya baru terduga, tanpa adanya putusan pengadilan. Korban yang ditembak mati  sering salah sasaran, sama sekali tidak terkait dengan kasus terorisme.

Selain itu, Densus 88 dinilai sering salah tangkap seseorang yang akhirnya dipulangkan tanpa ada permintaan maaf, rehabilitasi maupun kompensasi.

Acara yang dihadiri sekitar 700 an orang ini ditutup doa oleh Mas’ud Izzul Mujahid dan berangsur bubar dengan tertib. Tampak Kapolresta Surakarta Kombespol Akhmad Lutfi, SH dalam pengamanan di Bundaran Gladak besarta pengamanan dari jajaran TNI.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:densusDetasemen Khusus AntiterorJoko widodoJokowiKomunitas Nahimunkar SoloKonasPolriPresiden Republik Indonesiatembak mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemensos Siapkan Mobil Anti Galau untuk Remaja
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Bantu 31 Juta Dollar Bangun Perumahan di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?