Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Kemenangan Trump dan Manfaatnya Bagi Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 November 2024 13:03 1:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 November 2024 13:02
Bagikan
Bagikan

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kepemimpinan Donald Trump tidak berdampak positif bagi Muslim

Oleh: Ali Mustofa Akbar

Hidayatullah.com | DONALD Trump, kandidat Partai Republik, berhasil kembali ke Gedung Putih setelah empat tahun dengan mengamankan dukungan yang signifikan di negara-negara bagian “swing states”.

Donald Trump menang dukungan di wilayah pinggiran kota, di mana Partai Demokrat sebelumnya memiliki keunggulan. Ia juga mencatatkan peningkatan dukungan yang cukup besar di kalangan pemilih kulit hitam dan Latino.

itus berita “FOX” mengidentifikasi tiga alasan di balik kemenangan Trump ini. Pertama, Trump berhasil memperkuat dukungannya di wilayah pedesaan, terutama di Pennsylvania, yang memberinya 19 suara Electoral College.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Dalam Pemilu sebelumnya, ia dan Biden sama-sama menang tipis di negara bagian tersebut.

Kedua, ada penurunan dukungan bagi Partai Demokrat di pinggiran kota, yang seharusnya menjadi penyeimbang dominasi Republik di wilayah pedesaan.

Di daerah-daerah seperti Loudoun, Virginia Utara, margin kemenangan Demokrat menyusut. Namun, beberapa pinggiran kota, seperti di sekitar Atlanta, tetap mendukung Demokrat, dengan Harris tampil lebih baik daripada Biden di 2020.

Ketiga, terjadi erosi dukungan Partai Demokrat di kalangan pemilih Latino, yang menjadi tren signifikan di beberapa daerah berpenduduk Latino besar.

Di Florida, wilayah Miami-Dade yang sebelumnya menjadi basis Demokrat beralih ke Trump. Wilayah Osceola yang berpenduduk banyak komunitas Puerto Rico juga berpindah dukungan.

Tren serupa terlihat di Texas Selatan, di mana Trump memperluas margin kemenangannya, bahkan mengungguli Harris di beberapa wilayah. Survei nasional menunjukkan erosi lebih luas dari dukungan Latino terhadap Demokrat di seluruh Amerika Serikat.

Alasan Domestik

Kemenangan Trump tidak terlalu aneh, sebab meski terkesan lebih agresif dibanding Harris terkait kebijakan luar negeri (dengan haluan politik yang sama dengan imperialismenya).

Kenapa? faktor utamanya sebagaimana laporan AP, Washington Post, New York Post; bahwa para vouters memilih kandidat berdasar isu-isu domestik ketimbang isu luar negeri, terutama ekonomi domestik seperti invlasi, pengangguran, biaya hidup, dst.

Mengingat pendahulu Harris yang sama-sama dari partai Republik yakni presiden Joe Biden,Al mencatat tingkat inflasi tertinggi dalam 41 tahun pada Juni 2022, yaitu 9.1%.

Selama masa jabatannya, Federal Reserve Amerika menaikkan suku bunga dana federal ke tingkat tertinggi dalam 23 tahun, dalam kisaran 5.25 – 5.5%.

Dalam masyarakat kapitalis, isu ekonomi akan menjadi daya pikat paling memikat vouters. Sebab ekonomi kapitalisme memang cenderung menimbulkan fluktuasi ekonomi dan ketidakpastian pasar, hal ini secara langsung mempengaruhi daya beli masyarakat dan, pada akhirnya, kesejahteraan mereka, meski di negara maju sekalipun.

Membaca Kebijakan Trump

Berkaca pada pemerintahan era Trump sebelumnya, dimana pendekatan Trump banyak tidak bersahabatnya dengan dunia Islam. Seperti halnya kebijakan-kebijakan di antaranya: Pegakuan Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota “Israel” pada tahun 2017, larangan bepergian (travel ban) ke beberapa negera Muslim, dukungannya terhadap otoritarian di negeri-negeri muslim seperti Saudi atau Mesir berdampak pula ke sikap kebijakan negara-negara tersebut dalam usaha membantu Palestina, meningkatnya islamophobia di AS yang berdampak sikap diskriminatif terhadap umat Islam di AS.

Dampaknya bagi umat Islam

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kepemimpinan Donald Trump tidak berdampak positif dan kurang menguntungkan bagi Muslim.  Salah satunya boleh jadi potensi anti-Islam akan semakin naik.

Untuk mengatasi potensi peningkatan Islamofobia dan kesalahpahaman terhadap Islam, sebaiknya Muslim meningkatkan penggunaan media –baik itu media sosial maupun media umum– untuk mensosialisasikan keindahan Islam dan menyebarkan informasi yang benar tentang Islam.

Inisiatif ini bertujuan memperbaiki persepsi publik dan mengurangi ketakutan atau stereotip negatif.

Butuh pula usaha agar terciptanya kesadaran di tengah-tengah umat akan bahaya sistem sekulerisme dan turunannya, yang mengakibatkan umat Islam terpecah belah menjadi negeri-negeri kecil tak berdaya yang menjadi santapan empuk negara-negara penjajah.

Umat Islam butuh untuk menggalang persatuan yang hakiki dan satu irama dalam menghadapi masalah-masalah serius yang berakibat dan berdampak pada hajat hidup umat Islam. Wallahu a’lam.*

Penulis dosen dan pemerhati internasional

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpHeadlineisraelMuslimMuslim AmerikapalestinaPemilu Amerika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Erdogan Serukan Persatuan Bangsa Turk untuk Dukung Palestina
Tulisan selanjutnya Ulama Saudi, Seruan Jihad Membela Palestina Tahun 1937

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?