Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Politik Ta’asub Mengancam Negeri Kita!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2019 16:14 4:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2019 16:20
Bagikan
[Ilustrasi] Iklan Pemilu 2019 di KRL.
Bagikan

PENYELENGGARAAN Pemilu di luar negeri sisakan catatan khusus yang harus diperbaiki agar pelayanan terhadap penyelenggaraan Pemilu ke depan jauh lebih baik.

Di Kuala Lumpur, dimana disediakan tiga tempat –di Kedutaan Besar RI, Wisma Duta, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur— sejak dari awal penyenggaraan DPT yang dikelola kurang baik, seperti; tidak terdaftarnya anggota keluarga yang berhak memilih atau juga terpisahnya DPT. Misalnya suami mendapat kertas suara melalui Pos Undi, sementara sang istri tidak mendapatkan DPT. Di kasus lain, anak berusia 10 tahun justru terdaftar di DPT. Juga sangat banyak Warga Negara Indonesia (WNI) di Kuala Lumpur yang sudah mendaftar secara online justru tidak terdaftar. Apalagi untuk yang belum pernah mendaftar, banyak yang kehilangan hak pilihnya.

Hal ini, sepatutnya bisa diantisipasi apabila menggunakan data induk imigrasi di KBRI dengan tepat dan profesional.

Menumpuknya pemilih di ketiga tempat tersebut dengan jumlah ratusan orang yang mengakibatkan mereka berdesak-desakan, kepanasan, kehujanan hingga mengakibatkan beberapa orang yang pingsan.

Baca: Pemilu di Kuala Lumpur WNI Membludak, Antrean 400-an Meter

Pihak penyelenggara Pemilu Malaysia ke depannya bisa mengajak partisipasi elemen kemasyarakatan atau WNI yang tinggal di Kuala Lumpur dengan melibatkan mereka agar bisa ikut serta bergotong-royong, saling membantu, agar pelayanan terhadap para pemilih terlayani dengan baik.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sebagai contoh, saat sinar matahari tepat berada di atas kepala dan antrean begitu panjang di ketiga tempat tersebut, sebuah kelompok masyarakat di Kuala Lumpur yang menamakan dirinya Muslim-KL mengambil inisiatif untuk menggalang dana spontan untuk dibelikan air kemasan kemudian didistribusikan kepada para pemilih yang sedang antre berdiri dan kepanasan.

Ke depan, harus disiapkan petugas medis, untuk melayani orang-orang berkebutuhan khusus atau yang masuk dalam prioritas. Misalnya; ibu hamil, ibu yang menyusui, orang tua, dan orang-orang yang sedang butuh perawatan.

Sebagaimana diketahui, sifat masyarakat Indonesia dikenal dengan toleransinya dan rasa gotong-royong, untuk itu seharusnya mereka diajak dan dilibatkan dalam kerja-kerja sosial seperti ini. Sebab, jarang bagi mereka menawarkan diri jika tidak dilibatkan.

Termasuk perlunya melibatkan mereka dari lintas profesi; mulai dokter, mahasiswa, pekerja profesional, dan tenaga kerja ladang, untuk hajatan seperti ini.

Baca: Muhammadiyah: Harus Dipastikan Pemilu Tanpa Kecurangan dan Penyimpangan

Pesta demokrasi sesuangguhnya adalah hajatan yang menggembirakan semua pihak, meskipun ada yang berbeda pilihan. Kita merasakan begitu kerasnya persaingan juga kata-kata yang digunakan oleh tim pemenangan dengan kata Perang maka sebaiknya hajatan ini disebut Perang Demokrasi bukan Pesta Demokrasi.

Sebagai rakyat kami berharap, Penyelenggaraan Pemilu di luar negeri ke depan wajib berlaku netral, karena mereka adalah pelayan rakyat. Tidaklah dibenarkan jika penyenggara Pemilu condong ke salah satu calon presiden. Karena ini sangat penting, mengingat fungsi mereka sebagai pelayan di negeri orang. Saat ini yang kami rasakan, KBRI Kuala Lumpur, sangat mendukung salah satu pasangan calon presiden (Capres), sehingga berimbas kepada pelayanan WNI yang tinggal di Kuala Lumpur, juga pelayanan terhadap penyelenggaran Pemilu kemarin.

Salah satu contoh kecil, di saat banyak orang kepanasan dan antre, beberapa WNI yang sedang kehausan bertanya kepada salah satu orang yang sedang membagi-bagikan air kemasan dengan sebuah pertanyaan mengagetkan. “Kami pendukung 02, boleh tidak minta air minum?”

Kasus-kasus ini menujukkan, kita sedang mengalami sesuatu yang serius, khususnya terkait persatuan bangsa ini.

Indonesia –terutama para penyelenggara Negara ini- selalu mengklaim Negara paling toleran. Sayangnya, apa yang diajarkan para penyelenggara Negara kepada para rakyatnya ini sesuatu yang bertolak belakang dengan kampanye yang indah itu.

Jika ke depan sikap ini tidak diakhiri, bukan tidak mungkin di masa depan, hilangnya sikap toleransi dan tolong-menolong antar sesama berubah menjadi sektarian dan gerakan ta’asub massal, bekerja dan berbuat hanya untuk kelompoknya. Wallahu a’lam.*

Hardijto, wartawan tinggal di Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BawasludemokrasifanatikKPUPemilu 2019Pilpres 2019politik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Ramadhan dengan Masjid Ramah Lingkungan & Kesehatan Keluarga
Tulisan selanjutnya PBNU: Gunakan Nalar & Nurani untuk Memilih Pemimpin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?