Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Maulid dan Selawat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2021 11:06 11:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2021 11:30
Bagikan
Bagikan

Salah satu kegiatan yang biasanya mengiringi kegiatan ‘maulidan’ antara lain bersholawat atau selawat untuk Nabi Muhammad ﷺ

Oleh: Kholid A.Harras

Hidayatullah.com | SAAT  ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan ke-3 menurut takwim Hijriah. Menurut para ulama tarikh, pada tanggal 12 Rabiul Awal Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan di kota Makkah. Kelahiran dalam bahasa Arab disebut ‘maulid’. Oleh karena itu Rabiul Awal oleh masyarakat Islam dikenal juga sebagai “bulan maulid”.

Dalam KBBI penulisan yang baku adalah ‘maulid’. Bukan ‘maulud’ atau ’mulud’.  Dengan demikian kegiatan memperingati hari kelahiran Nabi (Muhammad ﷺ)  seharusnya dinamakan ‘bermaulid’.

Jika diberi akhiran –an menjadi ‘maulidan’. Bukan ‘mauludan’ atau ‘muludan’. Lema  ‘maulid’ (noun) diberi penjelasan: hari lahir; tempat lahir; (peringatan) hari lahir Nabi Muhammad ﷺ.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Salah satu kegiatan yang biasanya mengiringi kegiatan ‘maulidan’ antara lain berselawat untuk Nabi Muhammad ﷺ.  Dalam  KBBI penulisan yang baku adalah ‘selawat’. Bukan ‘solawat’, ‘sholawat’ atau ‘salawat’. Lema ‘selawat’ (merupakan bentuk jamak dari salat) adalah: permohonan kepada Tuhan atau doa;  doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad ﷺ. beserta  keluarga dan para sahabatnya.

Pengertian selawat sebagai kegiatan berdoa (kepada Allah) yang diperuntukkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan para sahabatnya ini  merujuk pada Surat Al-Ahzab ayat 56: 

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa) untuk Nabi (Muhammad ﷺ). Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah (berdoalah) kamu untuk Nabi  dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”   (QS: Al Ahzab:56).

Berdasarkan rujukan tersebut, selawat adalah perintah Allah dan merupakan sebuah doa kepada-Nya. Oleh karena itu, sebagaimana lazimnya sebuah doa maka  teks bahasa Arabnya diawali Allahuma, yang artinya “Semoga Allah”.

Namun dalam kenyataannya kita sering mendengar sebagian umat Islam: pembawa acara, bahkan para ustad dan khotib, saat menyampaikan mukadimah menerterjemahan  selawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. ini  melesapkan atau menghilangkan frasa Allahuma atau “Semoga Allah”-nya.

Kita sering mendengar pernyataan seperti ini:  “Selawat dan salam marilah kita sampaikan atau curahkan atau limpahkan, kepada Nabi Muhammad…”

Dengan demikian seakan-akan kitalah sebagai manusia yang menyampaikan selawat atau kesejahteraan kepada Nabi Muhammad ﷺ tersebut. Ada pula pernyataan seperti ini; “Selawat dan salam semoga tercurah atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.“

Tidak jelas siapa subjeknya yang  mencurahkan selawat tersebut. Kedua pernyataan tersebut tentunya tidak tepat.

Karena selawat merupakan  doa dan bahasa Arabnya diawali oleh Allahuma maka terjemahan yang benar seharusnya: “Semoga selawat dan salam oleh Allah disampaikan atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, sahabatnya, dst…”

Semoga penjelasan singkat ini dapat meluruskan kesalahkaprahan kita dalam memahami pengertian kedua kata tersebut.*

Mahasiswa Program Doktor Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:maulid nabiNabi Muhammadshalawat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya hari besar keagamaan PON Papua Tak Ditunda, Kiai Cholil: Menggeser Libur Hari Besar Keagamaan Sudah Tak Relevan
Tulisan selanjutnya freemasonry Loge De Ster In Het Ossten, Jejak Freemasonry di Batavia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?