Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Urgensi Media Islami di Tengah Umat [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 April 2015 06:46 6:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2015 06:46
Bagikan
Pemblokiran beberapa media Islam dengan cap 'radikal' melahirkan beberapa pembelaan di berbagai kampus
Bagikan

Oleh: Ilham Kadir

Sambungan artikel Pertama

Bersatunya Media Islam

Penulis paham maksud dan keinginan pemerintah untuk mengendalikan situs-situs yang kemungkinan berbahaya. Namun tidak semua situs bisa diklaim dan dituduh radikal. Selain tidak adil, tindakan sepihak adalah perbuatan fintah karena mencederai dan merusak nama beberapa pengelola situs yang selama ini justru berusaha membantu pemerintah mengedukasi menjadi Muslim yang baik.

Karena itu, meski kejadian ini melukai perasaan banyak kaum Muslim, KH Bachtiar Nasir, Sekjend MIUMI dan Pimpinan lembaga dakwah Arrahman Learning Center (ALC) yang situsnya juga menjadi korban masih meneropong dari sisi positif. Sebagaimana dikutif Republika Online (7/4/2015), Bachtiar justru mengajak isu ini diperpanjang waktunya agar umat Islam lebih lama mendengar dan lebih banyak tahu tentang tindakan pemerintah. Dengan itu mereka akan sadar untuk bersatu membangun media.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Menurutnya, dengan adanya isu pemberedelan ini, sudah ada beberapa donatur yang siap membantu mendirikan media Islam yang repsentatif, bahkan perlunya membangun aliansi media Islam di Indonesia.

Inteketual muslim lainnya yang menilai secara positif tindakan pemerintah adalah Pimpred Majalah Gontor, Adnin Armas, MA. Dalam acara Tabligh Akbar bertajuk “Jangan Berangus Media Dakwah Kami” di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran, Jakarta hari Jumat (03/04/2015) malam ia bahkan berterima kasih musibah ini.

“Terimakasih pula kepada BNPT, dengan adanya masalah ini media Islam semakin kokoh dan semakin bersatu. Terimakasih juga kepada Kemenkominfo, karena dengan memblokir situs-situs Islam, umat Islam Indonesia yang merupakan Muslim terbesar di dunia ini menjadi tersentak, karena diperlakukan seperti minoritas.”

Sebab, menurut Ketua Harian MIUMI Pusat ini, mungkin di negara Barat yang Muslimnya minoritas pun tak dilakukan pemblokiran terhadap situs-situs Islam.

“Ini sangat menyentak kesadaran umat Islam di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia ini,” tegas Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini.

Memang, inilah seharunya menjadi momen untuk menyatukan barisan membentuk sebuah persatuan media dakwah baik cetak maupun online, dan diharapkan menjadi mainstream, mengarahkan umat, membangun opini, dan menyuarakan kebenaran tanpa pandang bulu dan tidak pragmatis.

Sebagai penulis di berbagai media –baik media mainstream maupun media Islam online—bahkan hampir semua media online yang kena beredel pernah memuat tulisan saya, penulis  berharap agar pemerintah bersikap cerdas dan jangan gegabah, walaupun media online bukanlah satu-satunya sarana dakwah, tetapi, sebagaimana ditulis Syeikh Sulthan al-Umari dalam makalahnya berjudul “Istiqda al-Internet fi al-Da’wah“, mengutarakan pentingnya optimalisasi dakwah melalui internet.

Tentu saja menurut beliau, langkah ini bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa rambu utama. Antaranya, para pengelolah dan penulis harus memulai dengan niat tulus bukan terjun untuk mengeruk materi atau larut dalam perdebatan tanpa guna, materi memang penting, tetapi itu bukan tujuan utama.

Selain itu, juga harus meluruskan visi dan misi dakwah, dalam hal ini penting untuk memahami bahwa esensi dakwah ialah untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, menyelamatkan mereka dari berbagai kesesatan, terutama kesesatan akidah kaum Muslim. Misalnya pengaruh akidah Syiah, Liberalisme, Sekularisme dan lain-lain.

Bagi pengelola media Islam jangan berkecil hati. Meski lembaga media seperti Dewan Pers yang kita harapkan bersama bisa melindungi media umat malu memberi pembelaan, kita mintakan pembelaan di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebab yang membedakan media Islam dan media umum adalah niat dan amalan. Amalan dakwah adalah saham ukhrawi yang tidak kasat mata. Inilah yang dimaksud dari Hadis Abu Hurairah, “Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka ia akan memeroleh pahala yang sama dari orang bersangkutan.” Man dalla ‘ala khaerin falahu mitslu ajri fa’ilihi, begitu Nabi bersabda.

Wartawan media Islam online ibarat seorang dai. Dai di dunia maya (Dumay). Karena itu ia harus menunjukkan keagungan nilai-nilai luhur Islam, sebagai rahmat bagi alam semesta dan bukan musibah untuk umat manusia.

Fakta-fakta otentik dan historis harus selalu dipaparkan bahwa, Islam dan segala perangkapnya, termasuk hukum-hukumnya diturunkan ke bumi untuk menjaga kelestarian manusia dan alam. Dalam hal ini, maqashid asy-syariah harus selalu dipaparkan di mana kedatangan dan kehadiran Islam justru untuk menjaga; agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal manusia.

Jika semua rambu-rambu dakwah tersebut telah diamalkan oleh situs dan media Islam, lalu dia diberedel tanpa alasan yang jelas oleh pemerintah, maka dengan sendirinya pemerintah dan perangkatnya akan kena hukum oleh Allah dan Rasul-Nya, dengan sebutan ‘para pemadam cahaya kebenaran.’

Karena media Islam tak memiliki kekuasaan, kewajibannya hanyalah sebatas mengingatkan dengan lisan, tulisan, dan hati semoga mereka kembali ke jalan yang benar.

Artikel ini saya tutup dengan mengutif ayat dakwah, “Kalian adalah umat terbaik dilahirkan untuk manusia, menyeru pada yang baik, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-Imran [03]:110).

Sebagaimana teladan dari Nabi, penulis mengingatkan pada pengelola media Islam, janganlah pernah berhenti berdakwah, walau harus memegang bara api. Bahkan jangan pula tergiur dengan tawaran walau dunia dan isinya, ibarat tawaran pada Nabi berupa matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri.

Kerja dakwah adalah sebuah kemuliaan yang tidak bisa diukur dengan apapun. Dan kemuliaan pegawainya setara dengan para nabi dan rasul, sebab dengan dakwah mereka diutus. Karena itu jangan galau hanya dengan stigma ‘radikal’. Wallahu A’lam!

Penulis adalah peserta Kaderisasi Seribu Ulama BAZNAS-DDII

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Nasional Penanggulangan TerorismeBNPTddiiDewan DakwahICMIMajelis Ulama IndonesiaMedia IslamMUISitus Islam Diblokir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semangat Pemberantasan Terorisme Diharap Tak Timbulkan Ekses Negatif
Tulisan selanjutnya Masjid-Masjid di Kota Aden Serukan Perlawanan Hadapi Pemberontak Al Hautsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?