Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Melihat Anies dengan Hati Busuk

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 Februari 2021 11:50 11:50 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 Februari 2021 11:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com |  Cuma hati busuk yang jika melihat orang lain sukses, lalu tidak melihatnya dengan sewajarnya. Mencari dalil seolah kesuksesan itu hal biasa. Tidak sesuatu.

Hati busuk itu penyakit, bisa juga disembukan, itu jika mau. Tapi banyak yang memilih memelihara penyakit itu. Bahkan memupuknya.

Memupuk hati busuk bukan cuma untuk diri sendiri, tapi lalu ingin ditularkan pada lainanya. Merusak nilai obyektivitas pada sekelilingnya.

Berharap masyarakat sekeliling bersikap sama dengannya, menampik keberhasilan orang lain seolah itu tidak ada. Hati dibuatnya tertutup.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Jika penyakit itu menyergap kelompok tertentu, maka banyak sebab bisa disimpulkan. Sangat mudah melihatnya, tidak perlu pakai visum segala.

Tidak melihat keberhasilan pribadi atau kelompok lain sebagai keberhasilan, tapi cenderung melihat kekurangan dan lalu mengeksploitasinya.

Dalam bahasa agama, itu dikenal dengan hasad atau dengki. Hati terasa sakit, jika lihat kelompok seberang sana mendulang prestasi.

Membanggakan

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, kerja kerasnya mendapat penghargaan gak tanggung-tanggung. Penghargaan internasional, dan tentu itu membanggakan.

Anies dinilai berhasil melakukan transformasi mobilitas kota, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup seluruh warga.

Nama Anies nampil sebagai salah satu dari 21 pahlawan  dalam “21 Heroes 2021”, oleh lembaga internasional bergengsi, Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).

Nampil juga nama pendiri SpaceX, yang juga CEO Tesla, Elon Musk, yang dinilai berhasil membuat inovasi mobil listrik dan energi bersih.

Harusnya keterpilihan Anies Baswedan itu disambut dengan kegembiraan seluruh anak bangsa, bukan cuma di Jakarta. Bisa jadi pendorong pimpinan daerah lain mengikuti jejaknya.

Tidak perlu lagi studi banding ke luar negeri untuk belajar menata transportasi, yang itu membuang-buang uang saja. Cukup ke Jakarta .

Aneh Tapi Nyata

Anies tak jumawa larut dalam euforia, saat dinyatakan meraih penghargaan internasional itu. Kata “Alhamdulillah” yang diucap awal olehnya.

Lalu katanya, Ini hasil kolaborasi seluruh warga Jakarta.

“Pahlawan sebenarnya adalah ribuan orang bekerja setiap hari untuk mendorong  integrasi transportasi Jakarta, lalu ada jutaan warga yang ikut menyukseskan dengan memilih berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan transportasi publik. Pengakuan (penghargaan) ini buat kita semua,” ujarnya.

Apresiasi atas pencapaian Anies ini selayaknya diberikan sewajarnya. Tidak pantaslah jika harus menutup mata. Lalu berdalil dengan mengelak, bahwa karya Anies itu warisan dari Gubernur Kolonial masa penjajahan Belanda, J.P. Coen. Kan aneh?

Beberapa politisi PDI Perjuangan menyikapinya dengan aneh, tentu diluar kelaziman. Tampak tergagap, lalu yang keluar dari mulut celotehan lucu, dan sikap mengecilkan.

“Kalau saat ini Anies banyak dapat penghargaan, itu karena buah kerja keras dari pendahulunya,” ujar Gembong Warsono, ketua Fraksi PDIP Jakarta.

Anies, seperti biasanya memilih tidak merespons hal-hal demikian. Ia memilih larut dalam pekerjaan dalam sunyi, dan lalu penghargaan demi penghargaan didapatnya.

Pernyataan menarik dari pihak TUMI, saat memutuskan kenapa Jakarta pantas menerima penghargaan itu.

“Kota ini (Jakarta) bertujuan menciptakan transportasi yang adil, terjangkau, dan inklusif bagi semua kalangan.”

Sungguh pengakuan membanggakan dari yang berkompeten, dan itu selayaknya. Jika lalu politisi dan para buzzer berkata lain, gak ngaruh itu.

Bunga mawar tentu tidak mempropagandakan harum semerbaknya. Dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar dan dirasa.(*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:21 Heroes 2021Anies BaswedanGubernur DKI Jakartapenghargaan internasionaltransformasi mobilitas kotaTransformative Urban Mobility Initiative TUMI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maskapai Penerbangan Qatar Airways Tawarkan Layanan Penerbangan Gratis untuk Pengembalian Satwa Liar ke Habitatnya
Tulisan selanjutnya Rakerwil PEMHIDA Jatim Bertekad Lahirkan Jurnalis Pemuda Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?