Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Mencari Pelanjut Generasi al-Fatih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2013 08:16 8:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2013 08:16
Bagikan
Bagikan

BAGI sebagian kaum Muslimin, tentu sangat akrab dengan sosok Muhammad al-Fatih. Beliaulah penakluk Konstantinopel. Karena begitu fenomenal serta monumentalnya, tidak sedikit orang bermimpi ingin mengikuti jejak beliau. Untuk mereka yang menghendaki dirinya demikian, atau mereka yang berharap mampu melahirkan sosok ‘al-Fatih baru’, buku ini bisa menjadi panduan atau rujukan untuk melangkah ke sana.

Mengapa bisa demikian?

Di antara alasannya, karena di buku yang dikarang oleh Syeikh Ramzi al-Munawi ini, tergambar dengan begitu jelas bagaimana tahapan demi tahapan Muhammad II (Nama asli al’Fatih) dibina oleh keluarga dan guru-gurunya hingga pada akhirnya beliau terobsesi untuk tampil menjadi sosok yang telah disabdakan oleh Rosulullah, sebagai pemilik pasukan dan panglima terbaik kaum muslimin, sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad.

Ayahnya, misalnya, begitu gigih mencarikan beliau guru-guru yang kapabel dalam segi kognisi maupun spiritual. Besar  harapan si-buah hati akan dibina kognisi dan rohaninya dengan baik oleh sang guru, sehingga tumbuh kedepannya sebagai pemimpin yang cerdas secara intelektualitas sekaligus kuat spiritualitasnya.

Guna mewujudkannya, karena mengetahui akan kebandelan sang anak, sang ayahandapun menyediakan sebuah cambuk kepada sang-syaikh untuk digunakan mencambuk Muhammad kecil, apa bila ia membangkang (Hal: 52).

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah

Begitu pula sang guru, sangat ikhlas dalam membina Muhammad II. Selain serius mengajari dan membina Muhammad II, sang guru tidak henti-hentinya membangun obsesi dalam diri Muhammad II, bahwa ialah sosok yang tersebut dalam hadits Nabi yang akan mampu menaklukkan Konstantinopel. Tidak jarang, guna lebih merangsang jiwa Muhammad kecil, sang syeikh langsung menunjukkan letak kota Konstatinopel.

 “Apakah engkau melihat kota yang nampak di sana itu? Itulah Konstantinopel. Rosulullah pernah menjelaskan, bahwa salah seorang dari ummatnya kelak akan menaklukkan Konstantinopel dan kemudian menggabungkannya dalam kalimat tauhid.”

 “……Mimpi-mimpi tersebut akan terwujud bila engkau membayangkan, mendengarkan dan merasakannya…… Lihatlah bagaimana ketika pasukanmu menggedor-gedor gerbang Konstantinopel……. Dengarkanlah pekikan-pekikan takbir itu…. Bayangkanlah betapa bahagianya perasaanmu saat itu” (Hal: 69).

Karena terus ‘dibius’ demikian oleh sang-guru, Muhammad II pun akhirnya terobsesi untuk tampil sebagai sosok al-Fatih (sang penakluk) sebagaimana yang disabdakan Rosulullah. Hingga beliau berucap dengan perkataan yang sangat menggelendaris, ketika hendak mengepun Konstantinopel, “Baiklah! Tidak lama lagi aku akan memiliki singgasana di Konstantinopel atau aku akan mempunyai kuburan di sana!” (hal: 84)

Untuk itu, iapun menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh, sebelum masa itu tiba. Berbagai disiplin ilmu ia lahab. Tidak hanya seputar ilmu syari’ah, ilmu matematika, falak, mekanik, kemeliteran, perang, dll, juga ia kuasai. Buahnya, penemuan demi penemuan dihasilkannya. Termasuk penemuan senjata perang sejenis meriam, untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia. Meriam-meriam itu pulalah yang kemudian meluluh-lantakkan benteng-benteng kokoh Konstantinopel (hal: 200). 

Pada initinya, buku ini sangat layak dimiliki untuk mereka yang terobsesi mengikuti jejak al-Fatih, atau bagi mereka yang memiliki mimpi ‘melahirkan’ ‘al-Fatih-al-Fatih’ baru di muka bumi ini. Selamat membaca!.*/Khairul Hibri, Anggota Asosiasi Penulis Islam (API)

Resensi:

Judul Buku: Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel

Pengarang: Syaikh Ramzi Al-Munyawi

Terbitan: Pustaka Al-Kautsar

Tebal: 274 hal

          

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KonstantinopelMuhammad al Fatih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kader PKS: Kondomisasi berarti Liberalisasi Perzinahan
Tulisan selanjutnya Kementerian Saudi: Jangan Beri Pengemis Uang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027

7 April 2026 08:24
ArtikelPustaka

Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

5 April 2026 17:01
Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?