Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Proses Syiahisasi Iran Abad ke- 16 Sampai 17

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2022 15:04 3:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2022 15:00
Bagikan
Kaum Syiah Iran merayakan Asyuro/CNN
Bagikan

Penjelajah Italia Angiolello mencatat ketika Syah Ismail memasuki Tibriz, lebih dua puluh ribu orang dibantai termasuk pemuka agama, wanita dan anak-anak,  itu pula yang terjadi di Isfahan, Qazwin, Herat dan kawasan Sunni lainnya saat Syiah masuk

Hidayatullah.com | BUKU karya Mehmet ÇELENK yang berjudul “16-17 Yüzyılda Iran’da Şiiliğin Seyri” (Perjalanan Syiah di Iran Abad ke- 16 hingga 17) ini, mengupas tuntas bagaimana perjalanan tarikat Safawiyah yang awalnya Sunni berubah menjadi gerakan Syiah. Tarikat ini kemudian menjadi negara dan kekuatan politik regional yang mampu mensyi’ahkan atau melakukan Syiahisasi di hampir seluruh kawasan Persia yang dahulunya Sunni.

Dinasti Safawi -yang menjadi dasar keberadaan Iran modern secara geo-politik dan sosio-kultural- merupakan metamorfosa dari tarikat asuhan Syeikh Safiyuddin Ishak (w. 1334), di Erdebil, kawasan selatan Azerbaijan, yang sebenarnya merupakan tarikat Sunni. Safawi, dalah nisbah kepada nama beliau ini.

Pada perjalanannya, tarikat ini kemudian memiliki kekuatan politik dan secara tegas menganut faham Syiah pada masa Syeikh Juneid (w. 1460), dan mulai memiliki kecenderungan menjadi kekuatan militer di bawah asuhan Syeikh Haydar (w. 1488). Gonjang-ganjing politik, perebutan kekuasaan dan dendam kesumat yang bergulir di kawasan, menjadi faktor yang di kemudian melahirkan sosok pimpinan dan penguasa tiran dan bengis semacam Syah Ismail.

Sejak runtuhnya imperium Persia, kawasan Iran  tidak pernah memiliki pemerintahan lokal yang bisa mereka anggap milik sendiri (nasional); tanah Persia selalu diperintah oleh kekuatan luar silih berganti. Dengan demikian, kehadiran pemerintahan Syiah Safawi yang berbeda dari pemerintahan Islam lain di sekitarnya saat itu mendapat sambutan untuk dianggap “milli” (nasional), sebagai milik mereka sendiri, meski para syah (raja) adalah keturunan keluarga Safawi yang bukan Persia.

Baca Juga

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027

Setelah berdirinya negara Safawi, sebuah silsilah pun dibuat-buat, dimana nasab Syeikh Safiyyuddin dikait-kaitkan dengan nasab Ahlul Bait. Sedangkan sebelumnya, tidak ada stambuk silsilah yang merekam hubungan tersebut.

Buku karya Mehmet ÇELENK yang berjudul “16-17 Yüzyılda Iran’da Şiiliğin Seyri” (Perjalanan Syi’ah di Iran Abad 16-17)

Unsur lain yang memberi nafas, membantu pengkondisian lingkungan bagi perkembangan dan menguatnya dinasti Safawi dan ajaran Syi’ah di Iran adalah corak pemahaman Islam lokal berbagai etnis di kawasan; Dimana keislaman banyak kabilah disana, termasuk Kurdi dan Turkmen masa itu masih belum murni, masih bercampur dengan banyak keyakinan agama lama berupa penyembahan (pengkultusan) sosok, yang kemudian mendapat aktualisasinya dalam ajaran Syiah berupa pengkultusan (cinta terhadap) sosok Ali radhiallahu anhu.

Sebelum kedatangan Safawi, mayoritas penduduk Iran adalah Sunni, seperti yang dicatat sejarawan Hamdulah Mustawfi al-Qazwini. Ketika Safawi hadir, banyak ulama Syi’ah justru didatangkan dari luar untuk menjadi tanaga pengajar di madrasah maupun menjadi ahli negara.

Kebanyakan dari kawasan yang saat ini kita kenal dengan nama Lebanon, Suriah, dan Bahrain. Begitu pun unsur kekerasan berupa pembantaian, penyiksaan, tekanan dan eksodus sangat lekat dalam proses pensyi’ahan atau Syiahisasi Iran.

Penduduk Sunni Isfahan, Fars, Yezd, Kirman, Rustamdar dan kawasan Sunni lain yang melakukan perlawanan, dibantai tanpa belas kasihan akibat gerakan Syiahisasi ini. Penjelajah Italia Angiolello mencatat bahwa ketika Syah Ismail memasuki Tibriz, lebih dari dua puluh ribu orang dibantai termasuk pemuka agama, wanita dan anak-anak. Begitu juga yang terjadi di Isfahan, Qazwin, Herat dan kawasan Sunni lainnya, sepertimana tertoreh dalam lembar catatan para sejarawan semisal Kemalpasazade, Arjomand, Momen, dan Simnani.*/buku ini diresensi oleh Andika Rahman Nasution

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinasti SafawiiransyiahSyiahisasi Iran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Frasa Madrasah Sisdiknas MPR Tegaskan Tolak Penghapusan Frasa ‘Madrasah’ di Revisi UU Sisdiknas
Tulisan selanjutnya Kakek Dian Sastro, Sunario Sastrowardoyo, Sang Perintis Kemerdekaan dan Pejuang Pembebasan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelPustaka

Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

5 April 2026 17:01
Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?