Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Akhir ZamanTsaqafah

Ini yang Terjadi Sebelum Imam Mahdi Muncul

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 Januari 2021 04:58 4:58 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 April 2020 08:23
Bagikan
Bagikan

Oleh:  Wandi Bustami

 

Hidayatullah.com – PEMBAHASAN seputar Imam Mahdi menarik banyak perhatian para cendikiawan dan pemikir muslim sepanjang zaman. Imam Ibnu Hajar al-Haitsami, Yusuf bin Yahya al-Maqdisi, at-Tuwaijiri, Ismail al-Muqoddam dan ulama lainnya telah membahas panjang lebar siapa Imam Mahdi.

Tema al-Mahdi ini ternyata bukan saja banyak menarik minat para ulama membahasnya, akan tetapi orang-orang pun banyak mengaku sebagai pemimpin akhir zaman tersebut. Imam al-Bastawi dalam kitab al-Mahdi al-Muntazhor menukil setidaknya sudah belasan bahkan puluhan orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi.

Tujuan pengakuan tersebut menurut beliau adalah untuk mendapat respon dari umat, karena memang tak dinafikan al-Mahdi adalah pemimpin akhir zaman yang  semua kaum muslimin wajib membai’atnya.

Baca Juga

Waspada Akhir Zaman: Merebaknya Ulama Sū’
Fenomena Salju Akhir Zaman di Jazirah Arab dan Kedatangan Imam Mahdi
Burung ‘Al-Bukht’: Pasukan yang Diutus Allah untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj dan Ma’juj
Kendaraan Dajjal di Akhir Zaman
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dari Abu Asma Ar Rahabi dari Tsauban dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Kelak tiga orang akan berperang di dekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.” (HR: Ibnu Majah).

Kemunculan al-Mahdi sebagai pemimpin kaum muslimin suatu keniscayaan, Karena 10 tanda kiamat besar tak akan terjadi sebelum kehadirannya. Namun tahun kemunculannya tidak seorang pun tau, tapi yang jelas ia akan muncul di akhir zaman.

Mengenai kemunculan tersebut, Rasulullah ﷺ hanya menjelaskan tanda-tanda di dalam hadits-haditsnya. Di antara tanda-tanda tersebut ialah terjadinya kezhaliman dan kejahatan di dunia ini selama tujuh tahun.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Al Mahdi itu dari keturunanku, dahinya lebar dan hidungnya mancung, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi pernah dipenuhi dengan kejahatan dan kezhaliman. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun.” (HR: Abu Daud).

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

Rasulullah ﷺ bersabda bahwasanya al-Mahdi tidak akan keluar hingga jiwa-jiwa yang tak berdosa (suci) terbunuh. Apabila jiwa-jiwa suci itu terbunuh maka penduduk langit dan bumi marah atas kematian mereka. Lalu orang-orang mendatangi al-Mahdi mereka mengaraknya seperti seorang pengantin diarak kepada suaminya pada malam pesta pernikahannya. (Musannif Abu Syaibah).

Dari sekian banyak tanda-tanda  kemunculan al-Mahdi, ada satu di antara tanda-tanda tersebut  yang harus diperhatikan dan dipahami secara serius oleh seorang cendikiawan muslim agar tidak salah dalam memahami literatur tentang topik ini, tanda itu ialah tegaknya khilafah di Baitul Maqdis.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Rasulullah ﷺ bersabda: Wahai anak Hawalah, apabila engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi yang disucikan maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu Hari Kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini dari kepalaku.” (HR: Abu Daud)

Hadits di atas dijelaskan oleh hadits lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya al-Mahdi, ia diutus kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan keguncangan di antara manusia.” (HR: Ahmad)

Maka pertanda munculnya Imam Mahdi adalah terjadi goncangan (gempa) dan perselisihan (kesedihan) antar manusia terlebih dahulu, maka sebelum terjadi gempa dan perselisihan akan diawali dengan tegaknya khilafah di Baitul Maqdis.

Kenapa khilafah harus di Baitul Maqdis? Karena Baitul Maqdis merupakan benteng terakhir kaum muslimin, selain itu kota Madinah menuju fase kehancuran.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dari Malik bin Yukhamir dari Mu’adz bin Jabal ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Ramainya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar, terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal.” (HR: Abu Daud).

Syekh Ismail al-Muqaddam dalam Fiqih Asy-Rati as-Sa’ah menggaris-bawahi bahwa Imam al-Mahdi tidak akan muncul bila khilafah belum tegak di Baitul Maqdis. Khilafah tidak akan tegak jika Baitul Maqdis masih terjajah. Maka bagi beliau, kemerdekaan Baitul Maqdis suatu keharusan sebelum fase al-Mahdi.

Lebih jauh beliau menukil perkataan Syekh Sa’id Hawa, “negeri kaum Yuhudi sekarang ini (‘Israel’) akan berakhir, berakhirnya itu bukan setelah Nabi Isa AS turun.”

Jadi, sikap para ulama dalam menyikapi kemunculan Imam Mahdi sangat jelas. Yaitu diawali dengan munculnya beberapa tanda, dan di antara tanda-tanda tersebut ialah tegaknya khilafah di Baitul Maqdis.

Maka oleh karenanya, sungguh tidak beribawa jika mengatakan kemunculan Imam Mahdi tanpa menyebutkan semua tanda-tanda tersebut, atau sangat tidak menjaga amanah ilmiah dengan hanya mengambil sepotong-sepotong hadits saja. Hamam bin Abdurrrahim dan Muhammad Hamam menyebutkan, mengkaji hadits-hadits akhir zaman haruslah dikomparasikan terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan. Karena hal itu akan menimbulkan kesalahan.

Bahkan bukan itu saja, tanpa merujuk ke hadits-hadits nabi dan pemahaman ulama bisa saja menyebabkan pemahaman keliru yang kemudian menimbulkan kesesatan.

Ahli hikmah pernah berkata, man ana, Lau laa kum, siapalah saya ini kalau bukan karena mereka. Maksudnya, siapalah kita kalau bukan karena ilmu para ulama terdahulu.*

Penulis alumni Al Azhar, Mesir dan Asatidz Tafaqquh Study Club

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanal mahdihadits
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokter: Jenazah yang Sudah Dikubur Tidak Menularkan Virus
Tulisan selanjutnya Penduduk Episentrum Covid-19 di Italia Diharuskan Mengenakan Masker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ghazwul Fikr

Amerika dan Perang Salib Baru?

Ghazwul Fikr
6 Juli 2026 10:19
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri

22 Maret 2026 13:00
Akhir ZamanKolom

70.000 Pengikut Dajjal dari Iran? Baca Hadits Berikut!

9 Maret 2026 22:00
Sufi Islam Nusantara
Tsaqafah

Ulama Sufi dan Islam Nusantara

1 September 2023 10:00
amalan bulan muharram
Tsaqafah

Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

18 Juli 2023 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?